Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mantan Serdadu Elite Prancis Bergabung ke ISIS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sekitar 10 mantan tentara Prancis, beberapa dari pasukan elite, bergabung dengan ISIS dan bertempur di Suriah dan Irak. Mengutip sejumlah sumber di militer Prancis, Agence France-Presse memberitakan bukan sepuluh tapi lebih selusin mantan tentara negeri itu yang melakukan perjalanan ke Surih dan berperang bersama ISIS.
"Kekhawatiran kami bukan pada mantan tentara yang bergabung ke ISIS, tapi fenomena radikalisasi yang mulai terlihat di pasukan Prancis," ujar sumber itu. Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian enggan mengometnari fakta ini. Ia hanya mengatakan, dalam konferensi pers, Kamis (22/1); "Kasus mantan tentara yang tergoda oleh jihad sangat langka.
Prancis sedang memperkuat unit intelejen militer, dengan merekrut seribu orang, dan menambah 65 staf untuk membantu rekrutmen secara lebih ketat. Aparat keamanan Prancis juga mengatakan setidaknya 1.200 warga Prancis bergabung dengan ISIS dan terlibat dalam pertempuran di Suriah dan Irak.
The Telegraph memberitakan yang paling mengkhawatirkan adalah dari lusinan mantan tentara Prancis, terdapat mantan anggota pasukan elite Resimen Infatri Parasut Marinir Pertama. Resimen ini adalah pasukan elite paling berpengalaman di Eropa, dan berbagi motto Who Dares Wins dengan pasukan eltie AS.
Tidak ada sumber yang berani menyebut nama-nama mantan pasukan elite yang bergabung dengan ISIS. Spekulasi yang beredar menyebutkan mereka berlatar belakang Afrika Utara.
Surat kabar L'Opini memberitakan mantan pasukan elite itu mendapatkan pelatihan komando tempur, menembak dengan berbagai senjata, teknik bertahan hidup, mengoperasikan semua senjata. Setelah meninggalkan kesatuannya, mantan serdadu elite itu bekerja di sebuah perusahaan pengamanan swasta di Jazirah Arab.
Mantan serdadu elite lainnya menjadi 'emir', atau pemimpin, selusin Muslim Prancis yang bergabung dengan ISIS dan bertempur di Deir e-Zour. Radio France International melaporkan mereka terlibat dalam pertempuran dengan tentara Suriah untuk memperebutkan bandara Deir e-Zour.
Muslim Prancis yang bertempur di Suriah berusia 20-an, dan beberapa ahli bahan peledak. Ada pula sejumlah mualaf, dan warga Prancis berlatar Arab.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan