Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Buang Air Kecil di Pohon, Penis Gede Disambar Petir
BERITABALI.COM, TABANAN.
Naas menimpa I Gede Artato (25) warga Banjar Antap Gawang, Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Saat kencing di bawah pohon kelapa disambar petir. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka bakar disekujur tubuhnya, termasuk alat kelamin korban.
Hingga Minggu (1/3/2015), korban masih menjalani perawatan intensif di BRSUD Tabanan. Untuk mengobati 8 persen luka bakar yang dideritanya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban disambar petir saat kencing di bawah pohon kelapa, di Banjar Delod Ceking, Desa Belatungan.
Sekitar pukul 17.00 Wita, Sabtu (28/2/2015) korban datang dari Desa Kesiut untuk mengantar janur. Saat sampai di Delod Ceking korban berhenti di salah satu warung. Kemudian korban kencing di bawah pohon kelapa yang ada di depan warung.
Saat korban sedang buang air kecil tiba tiba korban disambar petir. Akibatnya korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Termasuk di bagian perut, paha, dan di kemaluan korban. Korban yang sempat tersungkur ke tanah kemudian ditolong oleh warga sekitarnya.
Meski mengalami luka bakar, korban masih berada dalam keadaan sadar dan langsung dibawa ke RSUD Tabanan. Kini korban harus dirawat di rumah sakit karena luka bakar yang diderita korban mencapai 8 persen.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4439 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2167 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1559 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 940 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun