Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Di Pulau Surga, Ketut Sareng dan Keluarga Tidur di Tanah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bali dikenal sebagai pulau surga dan menjadi favorit para wisatawan mancanegara. Meski berjuluk pulau surga, namun masih ada warga yang hidup sangat miskin dan tidur di rumah tak layak beralasankan tanah.
Kondisi rumah tinggal Ketut Sareng dan keluarga yang tinggal di lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kabupaten Jembrana Bali, sangat memprihatinkan. Untuk bertahan hidup bersama istri dan anaknya yang menderita keterbelakangan mental, Ketut Sareng hanya mengandalkan hasil dari berjualan barang bekas.
Keluarga miskin Ketut Sareng hidup menumpang di lahan milik seorang warga sejak 11 tahun lalu ini. Ia tinggal di gubuk reot dan hancur, bahkan nyaris roboh. Kondisi dapur miliknya juga sudah lapuk dimakan usia. Di malam hari, Ketut Sareng beserta istri dan anaknya tidur beralaskan tanah. Jika hujan, rumah gubuk mereka dipastikan akan banjir.
Kondisi di sekitar rumah gubuk Ketut Sareng juga sangat memprihatinkan. Di sekitar rumahnya penuh dengan berbagai macam barang rongsokan yang akan dijual kepada pengepul.
Ketut Sareng mengaku pengahsilannya dari penjualan barang bekas hanya sebesar Rp 5 ribu per hari. Jumlah ini jauh dari kata cukup untuk menghidupi keluarganya.
"Pekerjaan saya hanya cari rongsokan, beginilah keadaan saya, penghasilan saya tidak tentu, kadang ada, kadang lima ribu, kadang empat ribu, cukuplah untuk beli beras sekilo, sekarang saya sudah diusir karena tanahnya sudah dijual, semoga ada yang bersedia membantu,"ujar Ketut Sareng, kepada beritabali.com, belum lama ini.
Penderitaan Ketut kini bertambah, karena ia sudah diminta pergi oleh pemilik tanah tempatnya tinggal saat ini, karena lahan tersebut sudah dijual pemiliknya. Ketut Sareng kini hanya bisa berharap ada bantuan dari dermawan atau pemerintah. Ketut berharap bisa tinggal di rumah yang layak besama keluarganya, sementara untuk hidup sehari-hari ia masih mampu bekerja sebagai pengumpul barang bekas.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2801 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun