Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Di Pulau Surga, Ketut Sareng dan Keluarga Tidur di Tanah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bali dikenal sebagai pulau surga dan menjadi favorit para wisatawan mancanegara. Meski berjuluk pulau surga, namun masih ada warga yang hidup sangat miskin dan tidur di rumah tak layak beralasankan tanah.
Kondisi rumah tinggal Ketut Sareng dan keluarga yang tinggal di lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kabupaten Jembrana Bali, sangat memprihatinkan. Untuk bertahan hidup bersama istri dan anaknya yang menderita keterbelakangan mental, Ketut Sareng hanya mengandalkan hasil dari berjualan barang bekas.
Keluarga miskin Ketut Sareng hidup menumpang di lahan milik seorang warga sejak 11 tahun lalu ini. Ia tinggal di gubuk reot dan hancur, bahkan nyaris roboh. Kondisi dapur miliknya juga sudah lapuk dimakan usia. Di malam hari, Ketut Sareng beserta istri dan anaknya tidur beralaskan tanah. Jika hujan, rumah gubuk mereka dipastikan akan banjir.
Kondisi di sekitar rumah gubuk Ketut Sareng juga sangat memprihatinkan. Di sekitar rumahnya penuh dengan berbagai macam barang rongsokan yang akan dijual kepada pengepul.
Ketut Sareng mengaku pengahsilannya dari penjualan barang bekas hanya sebesar Rp 5 ribu per hari. Jumlah ini jauh dari kata cukup untuk menghidupi keluarganya.
"Pekerjaan saya hanya cari rongsokan, beginilah keadaan saya, penghasilan saya tidak tentu, kadang ada, kadang lima ribu, kadang empat ribu, cukuplah untuk beli beras sekilo, sekarang saya sudah diusir karena tanahnya sudah dijual, semoga ada yang bersedia membantu,"ujar Ketut Sareng, kepada beritabali.com, belum lama ini.
Penderitaan Ketut kini bertambah, karena ia sudah diminta pergi oleh pemilik tanah tempatnya tinggal saat ini, karena lahan tersebut sudah dijual pemiliknya. Ketut Sareng kini hanya bisa berharap ada bantuan dari dermawan atau pemerintah. Ketut berharap bisa tinggal di rumah yang layak besama keluarganya, sementara untuk hidup sehari-hari ia masih mampu bekerja sebagai pengumpul barang bekas.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3795 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1740 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang