Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Di Pulau Surga, Ketut Sareng dan Keluarga Tidur di Tanah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bali dikenal sebagai pulau surga dan menjadi favorit para wisatawan mancanegara. Meski berjuluk pulau surga, namun masih ada warga yang hidup sangat miskin dan tidur di rumah tak layak beralasankan tanah.
Kondisi rumah tinggal Ketut Sareng dan keluarga yang tinggal di lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kabupaten Jembrana Bali, sangat memprihatinkan. Untuk bertahan hidup bersama istri dan anaknya yang menderita keterbelakangan mental, Ketut Sareng hanya mengandalkan hasil dari berjualan barang bekas.
Keluarga miskin Ketut Sareng hidup menumpang di lahan milik seorang warga sejak 11 tahun lalu ini. Ia tinggal di gubuk reot dan hancur, bahkan nyaris roboh. Kondisi dapur miliknya juga sudah lapuk dimakan usia. Di malam hari, Ketut Sareng beserta istri dan anaknya tidur beralaskan tanah. Jika hujan, rumah gubuk mereka dipastikan akan banjir.
Kondisi di sekitar rumah gubuk Ketut Sareng juga sangat memprihatinkan. Di sekitar rumahnya penuh dengan berbagai macam barang rongsokan yang akan dijual kepada pengepul.
Ketut Sareng mengaku pengahsilannya dari penjualan barang bekas hanya sebesar Rp 5 ribu per hari. Jumlah ini jauh dari kata cukup untuk menghidupi keluarganya.
"Pekerjaan saya hanya cari rongsokan, beginilah keadaan saya, penghasilan saya tidak tentu, kadang ada, kadang lima ribu, kadang empat ribu, cukuplah untuk beli beras sekilo, sekarang saya sudah diusir karena tanahnya sudah dijual, semoga ada yang bersedia membantu,"ujar Ketut Sareng, kepada beritabali.com, belum lama ini.
Penderitaan Ketut kini bertambah, karena ia sudah diminta pergi oleh pemilik tanah tempatnya tinggal saat ini, karena lahan tersebut sudah dijual pemiliknya. Ketut Sareng kini hanya bisa berharap ada bantuan dari dermawan atau pemerintah. Ketut berharap bisa tinggal di rumah yang layak besama keluarganya, sementara untuk hidup sehari-hari ia masih mampu bekerja sebagai pengumpul barang bekas.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2294 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2229 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan