Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Gerhana Bulan Total Terpendek Terjadi Petang Nanti
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena alam berupa gerhana bulan total, pada hari ini, Sabtu, 4 April 2015. Gerhana bulan total yang pertama pada 2015 itu sekaligus menjadi gerhana bulan tetrad (gerhana bulan total yang terjadi berurutan) yang ketiga.
Gerhana bulan pada petang nanti diperkirakan akan berlangsung mulai pukul 17.16 WIB hingga 20.45 WIB. Totalitas (gerhana bulan total) akan berlangsung pada pukul 18.58 sampai 19.02 WIB.
Gerhana bulan ini merupakan yang terpendek dalam 500 tahun terakhir. Dalam gerhana Bulan, totalitas gerhana biasanya berlangsung lama, bahkan lebih dari 15 menit. Totalitas gerhana bulan petang nanti berlangsung sangat pendek, kurang dari 5 menit, yakni tepatnya 4 menit 43 detik.
Totalitas terpendek itu terjadi karena dua faktor, jarak Bumi dan bulan serta jarak Bumi dan matahari. Bulan dan Bumi berada pada jarak yang relatif jauh, sementara Bumi berada pada jarak antara titik terdekat dan titik terjauhnya dengan matahari.
Jarak tersebut membuat Bulan melintas pada tepian area bayangan Bumi, membuatnya mengalami totalitas singkat. Gerhana Bulan dengan totalitas tersingkat sebelumnya terjadi pada 17 Oktober 1529 dengan durasi totalitas hanya 1 menit 41 detik.
Selain menjadi yang tersingkat dalam hal totalitas, gerhana bulan petang nanti juga merupakan bagian dari fenomena gerhana bulan tetrad. Gerhana bulan tetrad adalah empat gerhana bulan total yang terjadi secara berturut-turut. Acapkali, fenomena gerhana bulan tetrad disebut 'Blood Moon'.
Seri tetrad kali ini dimulai tahun lalu, terdiri dari gerhana bulan pada 15 April 2014, 8 Oktober 2014, 4 April 2015 (hari ini), dan terakhir 28 September 2015 mendatang.
Informasi BMKG menyebutkan, seluruh proses gerhana akan bisa diamati dari wilayah Papua bagian Timur. Hal ini mengingat bulan sudah terbit sebelum fase gerhana mulai terjadi.
Adapun pengamat di daerah Papua bagian Barat, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sebagian Kalimantan bagian Timur akan mendapati bulan dalam fase gerhana Penumbra saat bulan terbit.
Pengamat yang berada di Kalimantan Timur bagian Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Jawa dan Sumatera akan mengamati bulan dalam fase gerhana sebagian saat bulan terbit.
Dan pada waktu-waktu berikutnya, semua pengamat bisa mengamati fase-fase gerhana hingga berakhirnya fase gerhana berakhir. Berdasarkan data Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), ada dua gerhana bulan dan dua gerhana matahari yang terjadi selama tahun 2015
Gerhana matahari yang terjadi adalah total pada 20 Maret 2015 dan sebagian pada 13 September 2015. Sementara, gerhana bulan yang terjadi dua-duanya total, pada 4 April 2015 dan 28 September 2015. Dan Indonesia hanya bisa menyaksikan gerhana bulan total yang akan terjadi petang nanti.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 742 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 676 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 495 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 473 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik