Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cadangan Air Tanah Dibawah 20 Persen, Bali Krisis Ekologi Tahun 2020
Selasa, 28 April 2015,
21:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penelitian yang dilakukan oleh teknisi Program Penyelamatan Air Bali atau Bali Water Protection (BWP) yang terdiri dari Politeknik Negeri Bali (PNB), dan Yayasan IDEP Selaras Alam melansir data mengejutkan tentang cadangan air tanah di Pulau Bali tercatat hanya tersisa di bawah 20 persen.
Minimnya cadangan air tanah diwilayah Bali ini, apabila tidak segera ditanggapi dengan serius, maka akan berpotensi menyebabkan Pulau Bali mengalami krisis ekologi pada 2020.
"Permintaan yang tinggi terhadap air bersih di perkotaan padat penduduk dan kawasan pariwisata di Bali Selatan menyebabkan cadangan air bersih terancam," ujar Peneliti Teknik Sipil PNB, Ida Bagus Putu Bintana di Denpasar, Selasa (28/4/2015).
Gus Bintana mengingatkan jika daerah pesisir Bali akan mengalami kebocoran atau instrusi air laut, apabila tidak ada pihak-pihak mengambil langkah untuk mengembalikan kondisi cadangan air seperti semula.
"Air tersebut harus disalinasi dengan alat yang sangat mahal untuk mengembalikan subsidi air ke perumahan penduduk, pertanian, dan kawasan pariwisata," jelasnya.
Untuk itu, ia mengajak aksi nyata dari para pelaku pariwisata Bali dalam mengingatkan kesadaran masyarakat dan edukasi penduduk serta pemangku kepentingan mengenai krisis air ini. "Ancaman menipisnya cadangan air sudah sangat nyata di depan masyarakat Bali," tegasnya.
Sementara, penasehat program Yayasan INDEP, Florence Cattin menambahkan jika sebelumnya sudah ada solusi ekonomi dan efektif yang dimulai sejak 2012 untuk mengatasi persoalan air di Bali ini.
"Program perdana berupa penyelamatan air dengan biaya kurang dari US $ 1 juta dengan membangun sebanyak 136 sumur yang berfungsi sebagai penangkap air hujan di 13 lokasi strategis di seluruh Bali," ungkapnya.
Sistem itu, kata Florence, sudah berhasil dijalankan di India yang daeranya memiliki tingkat kekeringan tinggi. "Model tersebut ditiru di Bali karena diyakini memberikan hasil maksimal dan cepat dalam meningkatkan level air dalam jangka waktu 3-5 tahun di daerah yang mengalami krisis dan terancam instrusi air laut tersebut," pungkasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026