Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Cadangan Air Tanah Dibawah 20 Persen, Bali Krisis Ekologi Tahun 2020
Selasa, 28 April 2015,
21:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penelitian yang dilakukan oleh teknisi Program Penyelamatan Air Bali atau Bali Water Protection (BWP) yang terdiri dari Politeknik Negeri Bali (PNB), dan Yayasan IDEP Selaras Alam melansir data mengejutkan tentang cadangan air tanah di Pulau Bali tercatat hanya tersisa di bawah 20 persen.
Minimnya cadangan air tanah diwilayah Bali ini, apabila tidak segera ditanggapi dengan serius, maka akan berpotensi menyebabkan Pulau Bali mengalami krisis ekologi pada 2020.
"Permintaan yang tinggi terhadap air bersih di perkotaan padat penduduk dan kawasan pariwisata di Bali Selatan menyebabkan cadangan air bersih terancam," ujar Peneliti Teknik Sipil PNB, Ida Bagus Putu Bintana di Denpasar, Selasa (28/4/2015).
Gus Bintana mengingatkan jika daerah pesisir Bali akan mengalami kebocoran atau instrusi air laut, apabila tidak ada pihak-pihak mengambil langkah untuk mengembalikan kondisi cadangan air seperti semula.
"Air tersebut harus disalinasi dengan alat yang sangat mahal untuk mengembalikan subsidi air ke perumahan penduduk, pertanian, dan kawasan pariwisata," jelasnya.
Untuk itu, ia mengajak aksi nyata dari para pelaku pariwisata Bali dalam mengingatkan kesadaran masyarakat dan edukasi penduduk serta pemangku kepentingan mengenai krisis air ini. "Ancaman menipisnya cadangan air sudah sangat nyata di depan masyarakat Bali," tegasnya.
Sementara, penasehat program Yayasan INDEP, Florence Cattin menambahkan jika sebelumnya sudah ada solusi ekonomi dan efektif yang dimulai sejak 2012 untuk mengatasi persoalan air di Bali ini.
"Program perdana berupa penyelamatan air dengan biaya kurang dari US $ 1 juta dengan membangun sebanyak 136 sumur yang berfungsi sebagai penangkap air hujan di 13 lokasi strategis di seluruh Bali," ungkapnya.
Sistem itu, kata Florence, sudah berhasil dijalankan di India yang daeranya memiliki tingkat kekeringan tinggi. "Model tersebut ditiru di Bali karena diyakini memberikan hasil maksimal dan cepat dalam meningkatkan level air dalam jangka waktu 3-5 tahun di daerah yang mengalami krisis dan terancam instrusi air laut tersebut," pungkasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2291 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1930 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1788 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026