Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
Di India, Gay Dipaksa Menyetubuhi Ibu Kandung
Kamis, 4 Juni 2015,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang remaja gay dilaporkan dipaksa berhubungan seks dengan ibu kandung, sebagai upaya mengubah paksa orientasi seksual anak.
Deepthi Tadanki, pembuat film pendek India, itu hanya satu kasus perkosaan korektif. Lainnya, satu keluarga menyuruh orang lain memperkosa anak laki-lakinya yang diketahui gay. Atau, seorang ayah menyuruh orang lain memperkosa putrinya yang memiliki kecenderungan lesbian.
Kepada Times of India, Tadanki mengatakan; "Anggota keluarga yang memaksa remaja gay itu berhubungan seks dengan sang ibu, sebagai upaya si anak kembali normal dan tertarik pada lawan jenis." Si ibu, dengan alasan niat baik, akan bersedia melayani sang anak.
Dalam film Satyawati, Tadanki bertutur tentang seoang gadis yang diperkosa pamannya, setelah kedua orang tuanya curiga putrinya lesbian dan sedang bermesra dengan teman serumah.
Perkosaan Korektif, atau corrective rape, diciptakan di Afrika Selatan. Istilah ini muncul ketika terjadi gelombang perkosaan atas permintaan orang tua yang memiliki putri dengan kecenderungan lesbian. Perkosaan korektif dianggap bisa mengubah paksa orientasi seksual seseorang.
Salah satu korbannya adalah Mvuleni Fana, yang diperkosa empat pria saat berjalan pulang dari latihan sepakbola. Salah satu pemerkosa mengatakan perkosaan harus dilakukan agar si gadis menjadi wanita sejati.
Yang terjadi adalah si gadis bukan menjadi wanita sejati, tapi ditinggalkan dalam keadaan mati oleh si pemerkosa. Tahun 2007, beberapa wanita juga mengalami serangan serupa, termasuk dua wanita yang diperkosa, disiksa, dan ditembak di kepala.
Kini, perkosaan korektif menggejala di India. Sebuah kelompok LGBT di Telanggana, baigan selatan India, mencatat terjadi 15 perkosaan korektif dalam lima tahun terakhir. "Kami yakin ada lebih banyak kasus, tapi tidak dilaporkan," ujar Vyjayanti Mogli kepada Times of India.
Ada pula gay yang dipaksa kawin. Beberapa setelah kawin, mereka melarikan diri. Di beberapa negara bagian di India, homoseksualitas adalah tabu. Mahkamah Agung India juga membatalkan hak-hak bagi homoseksual.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7947 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5640 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3542 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026