Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 12 Juni 2026
Kosmetik Palsu Berbahaya Masih Dijual Bebas di Jembrana
Selasa, 9 Juni 2015,
23:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ratusan kosmetik palsu dan berbahaya karena mengandung merkuri, diketahui masih marak beredar di kabupaten Jembrana Bali.
Masih maraknya peredaran kosmetik palsu yang mengandung bahan kimia obat merkuri ini terungkap saat Disperindagkop Pemkab Jembrana menggelar sidak kosmetik, Selasa (9/6/2015). Sidak dilakukan di sejumlah toko, di pasar umum Negara dan beberapa toko lainnya di kota Negara. Ratusan kosmetik palsu dan mengandung bahan kimia obat (bko) jenis Merkuri ini ditemukan di berbagai kios di dalam pasar umum kota Negara.
Jenis kosmetik yang ditemukan tersebut ada beberapa jenis, diantaranya cream pemutih dan bedak palsu merek Ponds. Selain menyasar pasar, petugas juga menyasar sejumlah salon kecantikan yang disinyalir kerap menggunakan jenis kosmetik palsu dan berbahaya bagi penggunanya.
Di sebuah salon kecantikan, petugas menemukan bedak ponds, padahal merek ponds tidak memproduksi kosmetik bedak, tapi khusus cream kulit saja. Kasi perlindungan konsumen Disperindagkop Jembrana, Putu Pramita mengatakan, "berdasar hasil sidak, selajutnya pihak Disperindagkop Jembrana akan melakukan koordinasi dengan BPOM Denpasar guna menindak lanjuti hasil temuan tersebut."
Terkait adanya temuan ini, para konsumen khususnya kaum perempuan diminta lebih teliti jika menggunakan kosmetik, agar terhindar dari dampak negatif bahan kimia yang terkandung di dalam kosmetik.
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026