Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 13 Juni 2026
Komnas Perlindungan Anak : Ada Persekongkolan Untuk Bunuh Angeline
Jumat, 12 Juni 2015,
21:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyakini jika Agus Tai bukanlah pelaku tunggal pembunuhan Angeline (8). Arist menegaskan bahwa ada pelaku lain yang ikut membunuh dan mengubur sehingga Angeline meninggal dunia.
Arist datang kembali ke rumah yang dijadikan lokasi pembunuhan Angeline di Jalan Sedap Malam No 26 Denpasar, Bali untuk memastikan ulang lokasi pembunuhan.
Ia melihat ada kejanggalan jika letak kamar Agustinus Tai dan Margareth berhadap-hadapan sehingga tidak mungkin pembunuhan tidak diketahui oleh ibu angkat korban.
"Posisi kamar pelaku dan ibu angkatnya ini berhadap-hadapan. Jaraknya tidak jauh. Ini tidak mungkin dikatakan sampai tidak tahu," ucap Arist di Denpasar, Jumat 12 Juni 2015.
Arist juga meyakini jika banyak kejanggalan lain dan sangat terang benderang sehingga ia menyimpulkan bahwa ada skenario besar dalam kasus pembunuhan Angeline. "Ada upaya persekongkolan sejak lama untuk melenyapkan anak (Angeline) ini," tegas Arist.
Apalagi, sambung Arist, saat pertama kali ia datang ke rumahnya dan sempat berbincang dengan Margareth, ia sudah melihat gelagat aneh ibu angkat Angeline tersebut.
"Saya juga melihat adanya bercak darah yang mesti diselidiki oleh polisi. Saya yakin ini sebuah persekongkolan. Tidak mungkin ini dilakukan seorang diri (oleh Agus). Polisi harus bisa membuktikan ini," tandas Arist.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026