Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ada Vila Khusus Untuk Sapi di Rendang Karangasem
Sabtu, 19 September 2015,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Selama ini kita mengetahui jika vila di Bali biasanya sebagai tempat istirahat untuk wisatawan. Namun kini, di Bali tersedia 'vila' yang dikhususkan untuk sapi.
Vila sapi satu-satunya di Bali seluas 46 are ini digagas Kelompok Ternak Dukuh Sari yang beralamat di Banjar Keladian, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali. Vila yang menelan dana pembangunan mencapai Rp 167 juta ini merupakan bantuan Bank Indonesia Cabang Bali pada April 2014. Vila ini bisa menampung puluhan hingga ratusan ekor sapi yang akan diinapkan oleh pemilik maupun pembeli sapi.
Bendahara vila sapi bernama Ketut Suama menyatakan vila diurus dan dikelola langsung oleh 25 anggota yang merupakan warga Desa Pempatan, Rendang, Karangasem. Setiap sapi yang menginap di vila sapi ini diwajibkan membayar sewa sebesar Rp 100 ribu per ekor untuk menginap selama satu minggu.
"Jika lebih dari seminggu, maka bayar lagi sewa menginapnya. Setiap sapi dapat makan 2 kali sehari, termasuk minum juga," ujar Suama, Jumat 18 September 2015.
Untuk menjaga keamanan dan mengawasi ratusan sapi yang diinapkan, Suama mengungkapkan jika villa sapi ini setiap hari dijaga 4 orang petugas kelompok baik siang maupun malam hari
"Dijaga dan diawasi untuk mengantisipasi sapi yang lepas, sapi bertengkar, kehausan, maupun menghindari aksi pencurian," ungkapnya.
Sementara, Joko Adi Wibowo, salah satu pembeli sapi yang biasa menyewa vila sapi ini mengaku, selain membayar biaya sewa menginapkan sapinya, setiap sapi terlebih dahulu ditimbang dengan membayar Rp 20 ribu per ekor.
"Saya sudah biasa menginapkan ratusan sapi yang saya beli didaerah Karangasem. Setiap bulan saya beli sapi hingga ribuan. Karena saya beli banyak, sebagian saya angkut truk dikirim seluruh Indonesia dan sebagian saya inapkan sambil menunggu pemberangkatan berikutnya. Enaknya di sini sapi saya aman dan makannya terjamin," ucapnya.
Sementara itu Manager Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM KPW BI Provinsi Bali, I Made Rai Subawa mengakui pihaknya memberi bantuan dalam pembuatan vila sapi ini agar para peternak bisa mandiri yakni mulai pembibitan, penggemukan, pemeliharaan, dan penjulan.
"Kita akan selalu monitor dan bantuan teknis kelompok peternak. Namun kita minta mereka membuat laporan populasi yang dijual. Dan setalah 3 tahun dan mandiri maka akan kita lepas," jelasnya.
Selanjutnya, sambung Subawa, pihaknya akan membuat vila sapi kedua di Banjar Galih, Desa Jungutan, Kec Bebandem, Karangasem yang nantinya dikelola kelompok ternak waringin sari. Ia berharap pada November nanti, vila sapi yang kedua bisa terealisasi dan bermanfaat bagi warga yang menekuni ternak sapi.
"Vila sapi kedua yang kita akan buat menghabiskan anggaran mencapai Rp 370 juta. Kalau vila sapi yang kedua ini fokus dan khusus dalam hal pembibitan, karena medannya berat dan susah dilalui kendaraan truk besar," pungkasnya. [bbn/dws]
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026