Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Sastra Kuno Bali Menyebut Teluk Benoa Kawasan Suci
Senin, 12 Oktober 2015,
21:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat, Putu Wirata Dwikora menjelaskan, Parisada mendapat pijakan bersikap, setelah hadirnya Forum Cinta Bali dengan Nyoman Sugi B. Lanus, seorang ahli Sastra Bali, yang menjanjikan naskah, yang menguraikan bahwa Teluk Benoa adalah Kawasan Suci.
Naskah sastra Bali kuno menyebutkan terdapat sejumlah Pura yang disucikan. Diantaranya, bahkan terdapat ‘’Pura Dalem Segara’’ di kedalaman laut, yang dipercaya memang ada, dan sangat riskan kalau kesuciannya diutak-atik dan dicemari dengan proyek-proyek besar secara bertentangan dengan ekologi-spiritualnya.
"Sugi juga menunjukkan sejumlah terjemahan mantra-mantra yang berkaitan dengan Teluk, yang pasti mesti menjadi perhatian Parisada dan nantinya juga Pemerintah Daerah Bali khususnya, serta Pemerintahan Nasional sampai Presiden Joko Widodo, tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut, sesuai dengan ajaran kearifan para leluhur,"jelas Wirata.
Sebelum perdebatan memanas di sidang pleno Pasamuhan Sabha Walaka tersebut, Pimpinan Sidang merumuskan tiga alternatif usulan ke Sabha Pandita. Pertama, aspirasi-aspirasi agar Reklamasi Telok Benoa ditolak oleh Parisada. Kedua, agar Parisada menetapkan Teluk Benoa sebagai Kawasan Suci. Ketiga, Parisada menetapkan Kawasan Suci Pantai, Campuhan, Teluk, Sungai, Danau, dimana termasuk di dalamnya Teluk Benoa sebagai satu contoh khusus, agar mendapat perhatian dari pemerintah untuk dijaga dan dilestarikan keberadaannya.
‘’Sabha Walaka tidak membuat Keputusan, kami menyusun bahan dan keputusannya ada di Pasamuhan Sabha Pandita, Pasamuhan Agung, atau Mahasabha. Namun, kami harap umat Hindu yakin seyakin-yakinnya, kami tidak akan mengabaikan aspirasi penolakan yang begitu besar, tidak hanya di Bali, tetapi juga secara nasional,’’ katanya.
Yang manapun dari tiga alternatif itu diputuskan Parisada, Kesucian Teluk Benoa berada dalam kondisi yang harus dilestarikan dan dijaga bersama kebelanjutannya. Kebijakan-kebijjakan yang arahnya mengganggu dan merusak kesuciannya, tentu tidak bisa dilanjutkan, imbuhnya. [bbn/rls]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2486 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1941 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026