Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Kontraktor Sembrono, Perbaikan Jalan Sunset Road Barat Kuta Makan Korban Jiwa
Senin, 19 Oktober 2015,
19:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Perbaikan jalan di jalan Sunset Road Barat Kuta, Kabupaten Badung, Bali, makan korban jiwa. Akibat minimnya rambu perbaikan jalan di lokasi proyek, seorang pengendara mengalami kecelakaan hingga akhirnya meninggal dunia.
Informasi ini disampaikan seorang warga bernama Nyoman Astama yang juga rekan korban. Menurut Nyoman, seorang rekannya jatuh di lokasi proyek saat pulang kerja di malam hari.
"Kecelakaan dialami seorang teman saya minggu lalu saat ia pulang kerja pada malam hari. Setelah dirawat di rumah sakit Sanglah sejak 13 Oktober akhirnya ia meninggal dunia hari ini. Sangat sedih, karena almarhum masih punya 2 anak kecil-kecil. Nama korban adalah Made Budi Mastina dari Mengwi. Amor ring Acinyha,"ujar Nyoman Astama, dalam surat elektronik yang diterima beritabali.com, hari ini (19/10/2015).
Menurut Nyoman, perbaikan jalan yang dimaksud adalah pelapisan jalan Sunset Road Barat (di antara Dealer Toyota dan Jalan Kunti Seminyak) dengan memakai pelapis campuran beton (seperti di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra).
"Sayangnya pelaksana proyek seolah-olah tidak mempedulikan kepentingan dan keselamatan pengguna jalan. Minggu lalu Saya melewati jalan tersebut, di sana tidak ada dipasang partisi pembatas antara projek dan jalan yang dilalui pengendara. Besi-besi yang keluar dari beton juga sangat berbahaya tanpa ditutupi."
"Bayangkan kalau pada malam hari, tidak dipasang tambahan lampu penerangan jalan untuk mengingatkan pengguna jalan bahwa di sana sedang ada projek. Semestinya jauh sebelum lokasi projek, dipasang tanda peringatan dengan lampu kedip, sehingga pengendara dapat menyesuaikan kecepatan kendaraannya. Apalagi adanya perbedaan ketinggian permukaan jalan dari yang sebelumnya dengan yang baru dibuat sangat besar. Belum lagi debu yang ditimbulkan saat kendaraan melintas,"ujarnya.
Nyoman menilai pelaksana proyek tidak pernah berpikir, bahwa ketidakpeduliannya itu dapat menyebabkan kecelakaan dan bahkan bisa merenggut nyawa seseorang.
"Dan itu sudah terjadi dan memakan korban jiwa teman saya,"ujarnya.
Nyoman berharap ada aturan tegas yang dapat diterapkan oleh pemerintah bagi kontraktor yang mengerjakan projek tersebut. Kalau tidak bisa menerapkan standar keamanan bagi pekerja dan pengguna jalan, agar dikenakan sanksi tegas, mulai dari denda, pemutusan kontrak, dan kalau perlu pencabutan ijinnya.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor proyek perbaikan jalan terkait hal ini. [bbn/rls]
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 738 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 671 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 491 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 472 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026