Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 26 September 2026
Kontraktor Sembrono, Perbaikan Jalan Sunset Road Barat Kuta Makan Korban Jiwa
Senin, 19 Oktober 2015,
19:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Perbaikan jalan di jalan Sunset Road Barat Kuta, Kabupaten Badung, Bali, makan korban jiwa. Akibat minimnya rambu perbaikan jalan di lokasi proyek, seorang pengendara mengalami kecelakaan hingga akhirnya meninggal dunia.
Informasi ini disampaikan seorang warga bernama Nyoman Astama yang juga rekan korban. Menurut Nyoman, seorang rekannya jatuh di lokasi proyek saat pulang kerja di malam hari.
"Kecelakaan dialami seorang teman saya minggu lalu saat ia pulang kerja pada malam hari. Setelah dirawat di rumah sakit Sanglah sejak 13 Oktober akhirnya ia meninggal dunia hari ini. Sangat sedih, karena almarhum masih punya 2 anak kecil-kecil. Nama korban adalah Made Budi Mastina dari Mengwi. Amor ring Acinyha,"ujar Nyoman Astama, dalam surat elektronik yang diterima beritabali.com, hari ini (19/10/2015).
Menurut Nyoman, perbaikan jalan yang dimaksud adalah pelapisan jalan Sunset Road Barat (di antara Dealer Toyota dan Jalan Kunti Seminyak) dengan memakai pelapis campuran beton (seperti di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra).
"Sayangnya pelaksana proyek seolah-olah tidak mempedulikan kepentingan dan keselamatan pengguna jalan. Minggu lalu Saya melewati jalan tersebut, di sana tidak ada dipasang partisi pembatas antara projek dan jalan yang dilalui pengendara. Besi-besi yang keluar dari beton juga sangat berbahaya tanpa ditutupi."
"Bayangkan kalau pada malam hari, tidak dipasang tambahan lampu penerangan jalan untuk mengingatkan pengguna jalan bahwa di sana sedang ada projek. Semestinya jauh sebelum lokasi projek, dipasang tanda peringatan dengan lampu kedip, sehingga pengendara dapat menyesuaikan kecepatan kendaraannya. Apalagi adanya perbedaan ketinggian permukaan jalan dari yang sebelumnya dengan yang baru dibuat sangat besar. Belum lagi debu yang ditimbulkan saat kendaraan melintas,"ujarnya.
Nyoman menilai pelaksana proyek tidak pernah berpikir, bahwa ketidakpeduliannya itu dapat menyebabkan kecelakaan dan bahkan bisa merenggut nyawa seseorang.
"Dan itu sudah terjadi dan memakan korban jiwa teman saya,"ujarnya.
Nyoman berharap ada aturan tegas yang dapat diterapkan oleh pemerintah bagi kontraktor yang mengerjakan projek tersebut. Kalau tidak bisa menerapkan standar keamanan bagi pekerja dan pengguna jalan, agar dikenakan sanksi tegas, mulai dari denda, pemutusan kontrak, dan kalau perlu pencabutan ijinnya.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor proyek perbaikan jalan terkait hal ini. [bbn/rls]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8436 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5805 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3631 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2457 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026