Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Subak Buluh Kerambitan Tutup Akses Jalan Ke Proyek Perumahan
Senin, 2 November 2015,
20:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
BeritaBali.com, Tabanan. Puluhan warga Subak Buluh, Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, melakukan aksi penutupan jalan menuju lokasi yang rencananya digunakan untuk membangun perumahan. Aksi penutupan jalan dengan memasang dua beton dari pintu utara dan selatan itu yang dilakukan Senin (2/11/2015) tersebut didukung oleh Perbekel Desa Tista I Made Suardana Putra dan Bendesa Adat Tista I Ketut Sukadiasa.
Ketua Pekaseh Subak Buluh, Wayan Sadia mengatakan berdasarkan kesepakatan antara pekaseh, desa adat Tista dan desa dinas Tista tidak diperbolehkan membangun perumahan di wilayah subak buluh.
“Kami sudah berkomitmen untuk melaksanakan kesepakatan tersebut,” tandasnya.
Kesepakatan itu juga pernah diutarakan dalam pertemuan dengan pengembang yang digelar sebelumnya di Puri Agung Kerambitan.
“Kalau tidak salah pertemuan itu digelar sebelum hari raya Galungan lalu,” tandasnya.
Namun belakangan ada aktifitas pengerukan tanah di subak buluh yang diduga rencananya untuk pembangunan perumahan. Dengan adanya aktivitas pengerukan areal persawahan menggunakan alat berat yang dilaporkan oleh masyarakat. Pihaknya kemudian menggelar rapat dengan Perbekel Desa Tista dan Bendesa Adat Tista. Pertemuan itu membahasa mengenai aktivitas pengerukan tanah yang ada di subak buluh.
“Dalam awig-awig dan pararem subak juga disebutkan tidak boleh membangun rumah di subak buluh yang masih produktif, “ tandasnya.
Masih menurut Sadia, dalam pararem juga disebutkan warga di luar subak buluh yang tidak menjadi anggota subak jika ingin membangun dan memang tidak memiliki lahan lagi di rumahnya untuk mendirikan hunian, dikenai pemogbog sebesar Rp 5 Juta. Apabila anggota subak yang memiliki lahan dan menjadi anggota subak dan memang tidak memiliki lahan di rumahnya untuk membangun rumah, dikenai pemogpog sebesar Rp 500 ribu.
Perbekel Desa Tista Made Suardana Putra yang juga mengawasi penutupan akses jalan tersebut mengakui pihaknya telah sepakat dengan bendesa adat dan pekaseh untuk tidak memperbolehkan membangun perumahan di kawasan subak buluh. Salah satu alasannya Desa Tista akan dijadikan sebagai desa wisata yang tentunya harus hijau dan alami, tidak dipadati oleh perumahan.
“Proyeksi kami dua tahun kedepan, rencana membuat desa wisata di Desa kami bisa terwujud,” tandasnya.
Pihaknya sekarang tengah menyiapkan segala sesuatunya menuju kearah itu. Termasuk mengamankan kawasan subak buluh yang nantinya dijadikan salah satu objek bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Tista. “Kalau sawahnya dibangun perumahan, korelasai desa wisata akan hilang,” tandasnya.
Sawah sebagai satu-satunya kawasan hijau mutlak dipertahankan untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke Desa Tista. “Ketika kawasan hijau sudah tidak ada lagi, dan beralih fungsi potensi desa wisata akan kering . Wisatawan pun enggan datang,” tadasnya.
Selain kawasan subak buluh, pihaknya juga akan menjadikan Ikon Tari Andir sebagai ikon Desa Wisata Tista.
Hal senada juga disampikan Bendesa Adat Tista, I Ketut Sukadiasa. Aktivitas pengerukan tanah yang dilakukan tersebut sudah tidak beretika. Terlebih telah ada kesepakatan antara desa adat, desa dinas dan pekaseh dan tokoh masyarakat melalui paruman desa yang menolak dibangunya perumahan di kawasan subak buluh.
“Kami sepakat menolak pembangunan perumahan ini. Apalagi dengan cara-cara yang kami nilai sudah tidak beretika,” tandasnya.
Semestinya sebelum melakukan pengerukan berkordinasi dengan pihak desa dinas , desa adat dan pekaseh. Justru sebaliknya terkesan aktivitas pengerukan dilakukan dengan kucing-kucingan.
Sementara itu satu alat berat masih berdiri di tengah lahan yang sudah mulai diratakan. Tampak di lahan tersebut sudah rata dan sudah terbentuk badan jalan. Ibu Agung salah satu pihak yang melakukan pengerukan areal sawah tersebut membantah diatas tanah pengerukan itu akan dibangun perumahan.
“Itu tidak benar untuk pembangunan perumahan. Itu yang punya sertifikat atas nama Anak Agung Ngurah Oka Murtijaya Puri Agung Kerambitan. Itu rencananya dikapling untuk saudara-saudara beliau yang ada di luar bali,” jelasnya melalui pesan singkat SMS. [bbn/nod]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026