Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pelindo Timbun Hutan Mangrove Benoa Secara Ilegal

Sabtu, 14 November 2015, 19:05 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Kalangan mahasiswa mengeluhkan terjadinya penimbunan ilegal kawasan hutan mangrove, atau beralih kepemilikan. Mereka juga memprotes ada BUMN yang melakukan aktivitas tanpa melewati prosedur dan terkesan sembunyi-sembunyi. 
 
Koordinator aksi One Student One Tree Warmadewa, I kadek Robby Astina Putra Para mengaku pihaknya juga menyoroti aktivitas perluasan kawasan di Teluk Benoa oleh Pelindo dengan cara menimbun atau menguruk kawasan, yang ditengarai belum memiliki AMDAL.
 
"Pelanggaran-pelanggaran semacam itu telah terjadi bertahun-tahun, namun belum ada tindakan tegas dari pemerintah ataupun petugas terkait," ucapnya, Sabtu (15/11/2015).
 
Para mahasiswa juga mendesak negara turun dalam mengatasi berbagai pelanggaran yang terjadi di kawasan Teluk Benoa seperti pencaplokan hutan magrove baik individu, masyarakat atau industri, agar tidak semakin parah.
 
Untuk memperbaiki kawasan hutan mangrove di Teluk Benoa yang semakin tergerus, sekitar 1500 mahasiswa Universitas Warmadewa Denpasar akhirnya melakukan penghijauan dengan menanam pohon mangrove di sekitar Teluk Benoa Bali. 
 
 
"Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian atas lingkungan di sekitar Teluk Benoa saat ini," jelasnya.
 
Pasalnya, sejak tahun 1996, para mahasiswa telah memiliki tradisi menanam mangrove untuk menjaga kelestarian lingkungan di Teluk Benoa.
 
"Sudah bertahun-tahun, kami menanam mangrove di Denpasar dengan program one student one tree, kegiatan ini bagian dari program kami," tuturnya.
 
Terkait soal kondisi Teluk Benoa saat ini, termasuk adanya pro kontra terkait rencana Reklamasi Teluk Benoa, para mahasiswa tidak mau terjebak atau masuk dalam perdebatan pro kontra.
 
"Kami hanya ingin berbuat nyata untuk membantu menyelamatkan lingkungan di Teluk Benoa," tegasnya.
 
Para mahasiswa berharap, negara bisa hadir dalam membantu menyelesaikan perdebatan panjang itu agar masyarakat Bali, tidak semakin terbelah dan terhambat pembangunannya.[bbn/dws]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/eng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami