Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Anggota Polisi Sempat Panggil Arwah Engeline
Terungkap dalam Sidang
Selasa, 17 November 2015,
17:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang anggota kepolisian bernama Budi Dukun ternyata sudah mengetahui jika bocah Engeline (8) telah tewas, setelah dikabarkan hilang sejak 16 Mei lalu. Hal itu diketahui, setelah Budi Dukun memanggil arwah bocah manis kelas 2 SD tersebut.
Dalam persidangan dengan terdakwa Agus Tay Hamba May hari ini, Dewa Ketut Raka yakni mantan satpam terdakwa Margriet mengungkapkan cerita Budi Dukun kepada dirinya jika ia telah memanggil arwah Engeline.
"Ada petugas polisi namanya Budi Dukun, dia juga jaga di sana dirumah ibu Margriet. Dia bilang 'tadi malam saya habis panggil rohnya Engeline. Dia sekarang sudah meninggal. Dia sekarang di pojok rumahnya, di arah tenggara," Ucap Dewa Raka ketika memberi kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (17/11/2015).
Menurutnya, saat majikannya Margriet pergi ke luar rumah, Dewa Raka bersama Budi Dukun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Kemudian, mereka berdua mencari ke arah sesuai yang disampaikan oleh arwah Engeline.
"Saya diajak nyari ke dalam. Saya duduk di dekat lubang kubur Engeline," ungkapnya.
Waktu itu, Dewa Raka mengaku Budi Dukun bertanya kepada dirinya apakah ia mencium bau busuk menyengat. Awalnya, ia tak mencium bau samasekali, namun tak lama setelah itu, Dewa Raka kemudian mencium bau busuk.
"Awalnya dia (Budi Dukun) tanya pada saya, 'Pak Dewa, saya cium bau busuk tiga kali'. Lalu saya jawab 'saya belum cium',". Namun, saat angin berembus, saya mencium bau busuk juga," jelasnya.
Dulunya, Dewa Raka mengaku tak curiga dengan keberadaan lubang di dekat dirinya, yang belakangan diketahui di sanalah jasad Engeline dikubur secara mengenaskan.
"Sejak awal saya bekerja, lubang itu sudah ada. Tapi saya tidak curiga karena tetap bentuknya seperti lubang dan ada sampah di atasnya. Kalau lubang itu tertutup, baru saya curiga," tuturnya.
Meski begitu, sejak awal ia bekerja di rumah Margriet, Dewa Raka merasa curiga dengan keadaan sekitar, lantaran dirinya tidak pernah diizinkan untuk masuk ke dalam rumah majikannya.
"Perasaan saya Engeline ada di dalam dan ada rahasia besar di dalam. Saya sempat mencari-cari waktu tidak ada Margriet," pungkasnya. [bbn/dws]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026