Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Sampah Ganggu Keindahan Jembatan Tukad Bangkung
Sabtu, 21 November 2015,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Plaga. Bali memiliki banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah obyek wisata Jembatan Tukad Bangkung, di Kabupaten Badung. Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Badung, Bangli, dan Buleleng ini, diklaim sebagai Jembatan Tertinggi di Asia.
Jembatan Tukad Bangkung, terletak di Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung Bali. Obyek wisata berhawa sejuk ini bisa ditempuh selama satu jam perjalanan dengan kendaraan dari kota Denpasar.
Semenjak diresmikan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 28 April 2007, jembatan ini langsung menjadi daya tarik wisata baru bagi warga Bali dan wisatawan. Selain menjadi jembatan penghubung warga tiga kabupaten yakni Badung, Bangli, dan Buleleng, jembatan ini selalu ramai dikunjungi warga atau wisatawan.
Di jembatan ini wisatawan bisa berjalan-jalan menikmati keindahan alam dari atas ketinggian jembatan. Wisatawan juga bisa hanya sekedar duduk di trotoar jembatan atau menikmati keindahan jembatan sambil menikmati aneka kuliner yang dijual pedagang di sekitar jembatan.
Keindahan jembatan Tukad Bangkung tak kalah dengan obyek wisata di tempat lainnya di Bali. Namun sayang keindahan ini dinodai oleh perilaku tak terpuji buang sampah sembarangan dan aksi vandalisme (corat-coret) di jembatan, yang tentu saja merusak keindahan pemandangan jembatan ini.
"Banyak sampah dibuang dibawah jembatan, kelihatan kotor dan kumuh. Jembatan juga banyak dicorat-coret, jadi kelihatan jembatan seperti kurang terawat, padahal dulu awal diresmikan sangat bagus," ujar Arman, salah seorang pengunjung jembatan Tukad Bangkung dari Denpasar.
Jembatan yang dibangun dengan dana Rp 49 miliar ini memiliki panjang 360 meter, lebar 9,6 meter, dengan pilar setinggi 71,14 meter dan pondasi pilar bawah tanah sedalam 41 meter. Jembatan ini menggunakan teknolog balanced cantilever yang diperkirakan mampu bertahan hingga usia pakai 100 tahun. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3826 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1770 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026