Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Megawati : Reklamasi Harus Hati-Hati, Perhatikan Dampak Lingkungan
Minggu, 22 November 2015,
18:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri mengatakan, rencana reklamasi di Teluk Benoa, Badung, Bali, harus dipertimbangkan dengan sangat matang, hati-hati, dan memperhatikan analisa dampak lingkungan.
"Reklamasi ada hubungan dengan lingkungan hidup, sejak awal saya katakan. Sebagai ketua umum (PDIP) saya katakan, jika melakukan reklamasi yang harus diperhatikan adalah lingkungan, teknisnya Amdal (analisis dampak lingkungan),"ujar Megawati, di Kantor DPD PDIP Bali, Minggu (22/11/2015).
Tak melulu soal Amdal, rencana reklamasi, kata Megawati, juga harus memperhatikan spesifikasi perubahan yang akan terjadi di lokasi reklamasi.
"Misalnya mau merubah cagar alam hutan menjadi tambang misalnya, spesifikasi flora dan fauna harus dijaga, diperhatikan. Jika di laut (reklamasi), maka kita harus memperhatikan pergeseran air laut, akan membawa pengaruh terhadap terumbu karang dan kehidupan di laut lainnya,"ujar Megawati.
Meski meminta agar rencana reklamasi di Teluk Benoa dikaji secara mendalam, namun Megawati menyatakan tidak sepenuhnya menolak ide tentang reklamasi.
"Tapi jangan nanti ditulis Ibu Mega tidak setuju reklmasi, tidak seperti begitu saya katakan. Jika reklamasi memenuhi syarat lingkungan, maka sebenarnya sifatnya ekonomi sosial, akan menjadi nilai tambah bagi warga Bali, di tempat lain seperti itu. Tapi kembali saya tekankan, masalah perubahan lingkungan harus hati-hati,"ujarnya.
Megawati mencontohkan perubahan lingkungan kurang baik yang terjadi di Karawang dan Bekasi, dari daerah lumbung beras berubah menjadi perkotaan.
"Lumbung beras sekarang berubah menjadi perkotaan, perubahan itu tidak dilakukan dengan baik. Sekarang ini yang juga tidak diperhatikan adalah tata ruang, itu juga berdampak pada masalah lingkungan dan sebagainya,"pungkasnya.[bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2816 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026