Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Megawati : Reklamasi Harus Hati-Hati, Perhatikan Dampak Lingkungan
Minggu, 22 November 2015,
18:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri mengatakan, rencana reklamasi di Teluk Benoa, Badung, Bali, harus dipertimbangkan dengan sangat matang, hati-hati, dan memperhatikan analisa dampak lingkungan.
"Reklamasi ada hubungan dengan lingkungan hidup, sejak awal saya katakan. Sebagai ketua umum (PDIP) saya katakan, jika melakukan reklamasi yang harus diperhatikan adalah lingkungan, teknisnya Amdal (analisis dampak lingkungan),"ujar Megawati, di Kantor DPD PDIP Bali, Minggu (22/11/2015).
Tak melulu soal Amdal, rencana reklamasi, kata Megawati, juga harus memperhatikan spesifikasi perubahan yang akan terjadi di lokasi reklamasi.
"Misalnya mau merubah cagar alam hutan menjadi tambang misalnya, spesifikasi flora dan fauna harus dijaga, diperhatikan. Jika di laut (reklamasi), maka kita harus memperhatikan pergeseran air laut, akan membawa pengaruh terhadap terumbu karang dan kehidupan di laut lainnya,"ujar Megawati.
Meski meminta agar rencana reklamasi di Teluk Benoa dikaji secara mendalam, namun Megawati menyatakan tidak sepenuhnya menolak ide tentang reklamasi.
"Tapi jangan nanti ditulis Ibu Mega tidak setuju reklmasi, tidak seperti begitu saya katakan. Jika reklamasi memenuhi syarat lingkungan, maka sebenarnya sifatnya ekonomi sosial, akan menjadi nilai tambah bagi warga Bali, di tempat lain seperti itu. Tapi kembali saya tekankan, masalah perubahan lingkungan harus hati-hati,"ujarnya.
Megawati mencontohkan perubahan lingkungan kurang baik yang terjadi di Karawang dan Bekasi, dari daerah lumbung beras berubah menjadi perkotaan.
"Lumbung beras sekarang berubah menjadi perkotaan, perubahan itu tidak dilakukan dengan baik. Sekarang ini yang juga tidak diperhatikan adalah tata ruang, itu juga berdampak pada masalah lingkungan dan sebagainya,"pungkasnya.[bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026