Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 April 2026
Ada 60 Titik Suci di Kawasan Teluk Benoa
Sabtu, 19 Desember 2015,
07:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Terdapat 60 titik suci di kawasan Teluk Benoa, yang melingkupi wilayah pantai, loloan, campuhan, dan palemahan beberapa desa di sekitar Teluk Benoa. Sementara kalau ditinjau dari konsep ‘’Segara-Gunung’’, bila Pura Agung Besakih adalah hulu, maka Teluk Benoa adalah hilirnya.
Hal ini terungkap dalam FGD (Focus Group Discussion) Kawasan Suci Teluk Benoa di gedung PHDI Jl. Ratna Denpasar, Kamis (17/12/2015). FGD digelar oleh ‘’Love Bali Forum’’ bersama Yayasan Crada, Forum Studi Majapahit, Paras Paros, Paiketan Puri-puri se-Bali, Tri Murti Internasional, Bali Tourism Board, Konsorsium Riset Pariwisata.
Diantara Sulinggih yang hadir adalah, Ida Rsi Agnijaya Mukti dari Griya Sampalan Klungkung, Ida Mpu Siwa Budha Daksa Darmita dari Griya Sukawati, Ida Rsi Hari Anom Palguna dari Griya Tegalcangkring Jembrana, dan lain-lain. Tokoh masyarakat peduli Hindu yang hadir, Made Suryawan (Paras Paros), Nyoman Mertha (Yayasan Srada), Prof. Dr. Ketut Rahyuda, Agung Sujana (Love Bali Forum), dan lainnya. Hadir juga Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat Putu Wirata Dwikora, Ketua PHDI Bali Prof IGN Sudiana, dan lain-lain.
Dalam FGD, Kawasan Teluk Benoa resmi direkomendasikan sebagai Kawasan Suci oleh puluhan Sulinggih dan Pemangku yang hadir.
Rekomendasi tertulis FGD Sulinggih dan Pemangku dideklarasikan setelah mendengar paparan 4 narasumber, yakni Ida Bhagawan dari Griya Kawista Denpasar, Prof. Suryadharma, Dr. Sugi B Lanus, dan Made Iwan Dewantama. Ketua Panitia yang sekaligus moderator FGD tersebut menegaskan, LBF menyelenggarakan diskusi tersebut buat ikut serta berpartisipasi agar status Teluk Benoa sebagai Kawasan Suci bisa lebih cepat diputuskan oleh Sabha Pandita PHDI.
Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat, Putu Wirata juga menyatakan, Rekomendasi FGD Para Sulinggih dan Pemangku di PHDI tersebut, tidak jauh berbeda dengan Keputusan Pasamuhan Sabha Walaka. Hanya saja, narasumber yang tampil di FGD benar-benar memperkaya argumen tentang status kawasan Teluk Benoa.
"Misalnya, Peneliti dan ahli sastra Bali Sugi B Lanus memetakan, ditemukan ada 60 titik suci di kawasan Teluk Benoa, yang melingkupi wilayah pantai, loloan, campuhan, palemahan beberapa desa di sekitar Teluk Benoa, sementara kalau ditinjau dari konsep ‘’Segara-Gunung’’, bila Pura Agung Besakih adalah hulu, maka Teluk Benoa adalah hilirnya,"ujarnya.
Adanya 60 titik suci di Kawasan Teluk Benoa, menegaskan bahwa kesucian kawasan itu sangatlah mutlak dan kewajiban umat dan pemerintah untuk menjaga dan melestarikannya. Apalagi ada informasi bahwa dari sudut hongsui dalam keyakinan orang Cina, Teluk Benoa adalah ‘’ekor naga’’ sementara kepalanya adalah di Pura Besakih. Ekor naga bukanlah tempat yang bagus untuk dikembangkan, tetapi justru harus dijaga dan dilestarikan.
Selain adanya 60 titik suci tersebut, berbagai keputusan dari norma hukum maupun norma agama, sangat jelas memperkuat argumen bahwa Teluk Benoa merupakan kawasan suci yang harus dijaga dan dilestarikan. Menurut konsep Sad Kertih misalnya, enam elemen alam yang harus dijaga dan salah satunya adalah laut (Segara Kertih).
Sementara dalam Bhisama No 11/Kep/I/PHDI/1994, yang dinyatakan suci menurut bhisama adalah gunung, danau, sungai, pantai, laut. Dalam Perda No. 16/2009 tentang Tata Ruang Bali serta Perda No. 26/2013 tentang Rencana Tata Ruang Kabupaten Badung, maupun dalam Perpres No. 45/2011, kawasan suci pantai jelas-jelas diatur menjadi norma hukum di regulasi tersebut.
Agung Suryawan menyatakan, Rekomendasi FGD tersebut akan disampaiken ke Tim Sembilan PHDI, Gubernur, DPRD, serta instansi lain yang terkait.
‘’Kami tidak punya niat lain selain menjaga kesucian dan kelestarian alam Bali. Teman-teman bahkan ingin nilai-nilai kearifan lokal Bali dijadikan World Heritage, karena para leluhur di masa lalu sangat cerdas menyusun berbagai konsep filosofis yang sangat luar biasa ini. Misalnya, konsep Sad Kertih, Pangier Bhuana dan Padma Bhuana, Asta Kosala Asta Kosali, Asta Bumi, Tri Hita Karana, Segara-Gunung, dan sebagainya."[bbn/rls]
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3847 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1793 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026