Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mpu Siwa Budha Prihatin Sulinggih Dihujat Terkait Reklamasi

Jumat, 5 Februari 2016, 10:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Lambanya kerja Tim 9 Sulinggih PHDI menyikapi KSTB (Kawasan Suci Teluk Benoa), terus menerus menyebabkan PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) menjadi sasaran kritik dan serangan. Tim yang dipimpin Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda ini dipertanyakan berbagai pihak, karena pernyataan-pernyataannya yang cenderung ‘’gamang’’, atau kadang normatif dan mengomentari masalah diluar kompetensi Parisada. 
 
Karenanya, pernah ada saran dari tiga tokoh muda Bali, seperti Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E, M.M, MBA yang merupakan Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), Ir. Made Suryawan, M.M dari Parasparos dan Ir. Anak Agung Suryawan Wiranata, M.Sc. Ph.D  yang merupakan salah seorang pengelingsir ‘’Love Bali Forum.’’
 
Mpu Siwa Budha Dhaksa Darmita yang juga Wakil Dharma Adhyaksa Parisada Pusat, menyatakan prihatin terhadap suasana menjadi tidak nyaman, karena posisi Sulinggih terbawa-bawa dalam cemoohan dan hujatan umat di media sosial, karena mereka mempertanyakan kinerja Tim 9 Sulinggih menyangkut KSTB.
 
‘’Mengamati apa yang berkembang dalam kritik umat terhadap Sulinggih, saya sangat prihatin. Tapi, saya maklum kalau ada yang mengusulkan Tim 9 mengembalikan mandat ke Sabha Pandita, dan menyerahkan tugas kajian itu ke Sabha Walaka.
 
Walaupun Sabha Pandita merupakan organ tertinggi, dan sah saja membentuk Tim Sulinggih untuk mengkaji KSTB, namun dalam melaksanakan mandat Pasamuhan Sabha Pandita, Tim 9 mesti minta bahan dari Sabha Walaka." 
 
"Itu diatur dalam AD/ART PHDI dan mestinya ditaati. Kurang tepat, kalau setelah dibentuk dan diberi mandat, Tim 9 tidak melibatkan Sabha Walaka, seperti diatur dalam AD/ART. Tanpa Sabha Walaka, peluang salah langkah dan terjebak, sangatlah besar,’’ imbuh Ida Mpu dari Griya Agung Sukawati ini.
 
Ida Mpu juga menambahkan, karena gerak Sulinggih sangatlah terbatas dan dibatasi oleh ‘’sesana kesulinggihan’’ tidaklah  tepat menangani hal-hal teknis. Karenanya, Ida Mpu mengajak untuk memikirkan dengan arif,
 
saran tokoh umat agar Tim 9 mengembalikan mandat ke Sabha Pandita. Atau setidaknya, libatkan Sabha Walaka dalam melaksanakan tugas, karena mekanisme AD/ART sudah menyiapkan dan mengatur seperti  itu,’’katanya.
 
Mpu juga sangat menyayangkan kalau benar ada umat yang membawa-bawa nama Sulinggih untuk mengancam umat Hindu yang sedang getol-getolnya membela kesucian kawasan Teluk Benoa. 
 
‘’Saya mendapat informasi, ada orang yang menggunakan akun Pasraman yang diketahui milik Sulinggih tertentu, mengancam umat lain dengan menyebut pesemetonan siap “mebela pati” untuk Sulinggih yang disebutnya diobok-obok.
 
 
Saya tidak pernah merasa diobok-obok, dan wajar-wajar saja umat melakukan kritik dan mengungkap kegalauannya menyangkut kesucian kawasan Teluk Benoa yang disebut akan direklamasi,’’ katanya.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami