Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 15 Mei 2026
Jaringan Jurnalis Bali Bantu Modal Usaha Janda Bom Bali
Selasa, 19 April 2016,
09:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jaringan Jurnalis Bali (JJB), Senin (18/4), memberikan sumbangan dana solidaritas untuk Nyoman Rencini, janda korban Bom Bali I (2002). Bantuan dana yang diserahkan sebagai modal usaha dagang.
Perwakilan JJB, Dewa Putu Sumerta, menyerahkan dana tali kasih sejumlah Rp. 1,7 juta di lapak kecilnya di pantai Padanggalak Senin (18/4). Dana ini merupakan sumbangan para jurnalis yang ada dalam komunitas JJB. Dana sumbangan ini, selanjutnya akan digunakan Rencini untuk menambah barang dagangannya yang pada saat penyerahan bantuan sudah sangat sedikit.
Rencini menangis terharu dan menyampaikan terimakasih sedalam-dalamnya atas bantuan JJB. Semoga bermanfaat untuk menyambung hidupnya yang hingga kini melarat dan tercampakkan.
"Bantuan kecil yang kami sampaikan ini untuk mengetuk hati pemerintah atau warga lainnya yang hidup berkecukupan, untuk membantu sesama yang hidup susah. Ibu Rencini hanya salah satu, kebetulan dijumpai salah satu anggota JJB hidup dalam kondisi susah. Semoga bantuan lain akan datang, tidak hanya untuk Rencini, tapi warga lain di Bali yang memang membutuhkan bantuan,"ujar anggota JJB lainnya, Ida Bagus Anom Putra.
Hingga Kini Hidup Melarat
Bom Bali pertama sudah lewat belasan tahun lalu. Namun Nyoman Rencini mengaku hingga kini hidupnya melarat, jauh dari kata cukup.
Suami Rencini, Ketut Sumerawat, meninggal saat bom berdaya ledak tinggi teroris Amrozy cs meluluhlantakkan Sari Club Legian Kuta 14 tahun lalu.
"14 tahun berlalu, hidup saya bukan tambah baik, tapi tambah susah, morat-marit banyak hutang, setelah suami tulang punggung keluarga meninggal dunia kena Bom Bali satu. Syukur saya masih bisa bertahan menghidupi 3 anak anak saya, meski hidup tetap melarat,"ujar Rencini saat ditemui di Pantai Padanggalak.
Rencini dan anak-anaknya kini tinggal di rumah kos, di sekitar kuburan Madura Sanur. Rumah kos ini sebentar lagi akan habis masa kontraknya. Berbagai pekerjaan serabutan pernah dijalani untuk menyambung hidup. Kini ia membuka lapak kecil di Pantai Padanggalak sekedar untuk bisa makan sehari-hari bersama 3 anaknya.
Berita Premium
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1332 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1021 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 860 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 768 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026