Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jenderal Perempuan Jadi Panglima Komando Perang AS

Minggu, 15 Mei 2016, 07:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/inilah

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Colorado. Jenderal Angkatan Udara Lori Robinson ditunjuk menjadi Panglima Komando Wilayah Utara AS (USNORTHCOM) pada Jumat waktu setempat. Jabatan itu membuatnya menjadi perempuan pertama yang menjadi panglima komando perang AS.
 
Posisi ini adalah salah satu yang paling senior dalam militer AS dan membuat Jenderal Robinson yang sebelumnya menjadi Panglima Angkatan Udara AS di Pasifik, menjadi jenderal senior yang bertanggung jawab terhadap Amerika Utara dan pertahanan dalam negeri AS.
 
Tahun lalu militer AS membuka semua peran tempur bagi wanita yang merupakan langkah bersejarah dalam mengesampingkan kendala gender pada angkatan bersenjata.Departemen Pertahanan atau Pentagon memiliki sembilan komando tempur gabungan yang bertanggungjawab untuk bagian-bagian dunia dan fungsi yang berbeda.
 
"Dia (Jenderal Robinson) instrumental dalam operasionalisasi penyeimbangan kembali kita di Pasifik dan dalam memperkuat hubungan angkatan udara dengan para sekutu terdekat kita," kata Menteri Pertahanan AS, Ash Carter, dalam seremoni di Colorado, seperti dilansir Reuters.
 
Jenderal Robinson juga menjadi Panglima Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) yang bersama dengan Kanada melakukan pengawasan udara dan maritim di kawasan ini.
 
Jenderal bintang empat yang masuk pilihan TIME dalam '100 Orang Paling Berpengaruh' berkata bahwa dirinya mengemban tugas pada masa ketika perkembangan kawasan dan global menghadapi tantangan yang terus meningkat terhadap komunitas internasional dan keamanan nasional AS.
 
Ia naik pangkat dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir, dari wakil panglima Komando Tengah Angkatan Udara AS pada 2012 menjadi wakil panglima Komando Tempur Udara setahun kemudian.
 
"Hanya dalam beberapa tahun ia menambahkan satu bintang setiap tahun pada pundaknya," kata Melissa Dalton, peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS).
 
Sewaktu dengar pendapat dengan Senat, Jenderal Robinson menyatakan Rusia adalah ancaman eksternal paling besar bagi AS. Ia pun memandang dirinya pemimpin yang kebetulan berjenis kelamin perempuan.Dari 39 jenderal bintang empat dan laksamana di AS, hanya tiga orang dari mereka yang berjenis kelamin perang dan Robinson adalah salah satunya.[bbn/inilah]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami