Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Ketua DPRD Badung Dukung Normalisasi Teluk Benoa
Kamis, 19 Mei 2016,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Badung. Ketua DPRD Badung, Dr. Putu Parwata, MM menyatakan mendukung normalisasi Kawasan Teluk Benoa yang telah dinyatakan sebagai Kawasan Suci oleh Sabha Pandita Parisada. Selain karena aspirasi masyarakat Bali, seperti Desa Adat sekitar kawasan Teluk Benoa yang terang-terangan menolak reklamasi, RPJMD dan RPJMP Badung, termasuk RIPARDA Badung, sudah ‘’mengunci’’ pembangunan yang diperbolehkan adalah pembangunan yang berbasis pada budaya Bali dan agama Hindu.
Kawasan Teluk Benoa yang disebut-sebut sebagai kotor lingkungannya, sudah disiapkan anggaran di APBD Badung untuk melakukan normalisasi. Saat diminta lebih spesifik menyatakan sikap, Parwata menyatakan mendukung penolakan reklamasi Teluk Benoa, yang telah menjadi aspirasi rakyat, telah didasarkan pada kajian sejumlah pakar, termasuk dari lembaga pendidikan seperti Universitas Udayana. Ia berjanji bahwa DPRD Badung akan berkoordinasi serta melakukan kajian sesuai mekanisme Dewan, untuk nantinya membuat Rekomendasi bagaimana melaksanakan normalisasi Kawasan Suci Teluk Benoa tersebut.
Hal itu dinyatakan ketika ia menerima delegasi berbagai elemen masyarakat, diantaranya gurubesar UNUD Prof. Dr. Ketut Rahyuda, akademisi Dr. Suparta Jelantik, mantan Dirut BTDC Ir. Made Mandra, Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Dr. Gusti Kade Sutawa, Pengurus Bali Villa Association Hendrawan, Ketua Yayasan Sraddha Ir. Nyoman Merta, pegiat usaha kecil Nyoman Gde Suma Artha, Ketua Yayasan Eling Nusantara Wayan Muliana, dan Ketua Sabha Walaka PHDI Putu Wirata Dwikora.
Ketua Sabha Walaka memanfaatkan forum itu untuk mendiseminasikan Keputusan tentang KSTB dan meminta agar kebijakan maupun revisi regulasi di Kabupaten Badung, disesuaikan dengan nilai-nilai dan kearifan lokal yang diwarisi dari para leluhur, termasuk tentang Kawasan Suci dan Tempat Suci yang mesti dijaga kesuciannya. Jangan sampai regulasi dibuat semata atas pesanan investor, tanpa memperhatikan kearifan lokal yang telah menjadi norma hukum. Ketua Sabha Walaka mengapresiasi positif Perda Tata Ruang Kabupaten Badug yang mengadopsi Bhisama PHDI tahun 1994 tentang Kesucian Pura, bahkan memuat dengan detil sampai lokasi-lokasi yang disucikan, termasuk kawasan ‘’catus patha’’ (persimpangan empat jalan).
Dr. Suparta Jelantik menyampaikan, ketika suatu proyek ditolak oleh lingkungannya, semestinya tidak boleh dipaksakan lagi. Reklamasi Teluk Benoa sudah ditolak oleh puluhan Desa Adat di pesisir selatan Bali, diperhitungkan menimbulkan dampak sosial budaya dan lingkungan yang buruk dalam jangka panjang, dan mestinya upaya reklamasi harus dihentikan.
Gusde Sutawa dan Hendrawan dari kalangan pariwisata menegaskan, pembangunan apartemen dan hotel di kawasan reklamasi, akan menimbulkan oversuplai kamar hotel, menimbulkan banting harga yang tidak sehat untuk pariwisata serta kesejahteraan karyawan hotel. Sementara Made Mandra menjelaskan, kalau dibangun pusat oleh-oleh Nusantara di kawasan reklamasi, yang mengundang retail dari daratan Asia, dampaknya jelas mematikan pengerajin dan pedagang kecil seperti di pasar oleh-oleh tradisional yang sekarang ini kembang kempis.
Delegasi berbagai eksponen masyarakat Bali tersebut mengapresiasi sikap Ketua DPRD Badung tersebut dan berharap nantinya benar-benar ada realisasi, berupa Rekomendasi DPRD Badung untuk menolak menyelamatkan Kawasan Suci Teluk Benoa sesuai Keputusan Sabha Pandita PHDI.[bbn/rls]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 934 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 773 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 589 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 550 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026