Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koster : Kalau Cagubnya Buleleng, Wakilnya dari Luar Buleleng

Pilgub Bali, PDIP Tetap Buka Pintu Koalisi

Rabu, 20 Juli 2016, 07:10 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/file

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Meski bisa mengusung sendiri pasangan calon dalam Pemilihan Gubernur Bali 2018 mendatang, namun Ketua DPD PDIP Provinsi Bali, Wayan Koster, mengakui pihaknya tetap membuka pintu untuk berkoalisi. 
 
"Kalau ada misalkan dari partai lain untuk mengajak berkoalisi, terus terang kami berterima kasih,” kata Koster, di Denpasar, Selasa (19/7).
 
Sebelum memilih rekan koalisi yang tepat, pihaknya akan memperhitungkan berbagai kondisi dan peluang yang ada. 
 
"Kami harus memperhitungkan betul berbagai kondisi dan peluang. Karena tujuan kami bukan semata-mata ingin menang dalam Pilgub atau pragmatis dalam merebut jabatan,” tandas politisi asal Buleleng itu, seperti dilansir suaradewata.
 
Antara gubernur dan wakil gubernur ke depan harus sinkron dan memiliki satu visi-misi yang sama. Agar hal tersebut bisa berjalan, maka pasangan gubernur-wakil gubernur haruslah berasal dari partai yang sama alias semuanya kader PDIP.
 
"Tujuan kami yang jauh lebih penting dan mulia adalah itu bisa diabdikan untuk kepentingan rakyat Bali. Untuk itu, ke depan kepemimpinannya harus benar-benar sinkron dan satu visi dan misi, dan itu bisa dilakukan kalau pasangannya kader dengan kader,” tegas Koster, yang juga anggota Fraksi PDIP DPR RI.
Sementara itu belakangan, dukungan cukup menguat dari internal PDIP agar Koster diusung sebagai calon gubernur pada Pilgub Bali mendatang. Hanya saja soal ini, Koster belum mau berkomentar banyak. Demikian halnya ketika disinggung soal figur yang akan menjadi calon wakil gubernur sebagai pendampingnya, Koster hanya menjawab secara diplomatis.
 
Yang jelas, kata dia, dirinya akan memilih calon pendamping yang bukan berasal dari Buleleng. "Kalau calon gubernurnya sudah dari Buleleng, ya wakilnya kan bukan dari Buleleng lagi. Siapa orangnya? Tunggu tanggal mainnya yang tepat,” pungkas Koster.
 
Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu, PDIP meraih 24 kursi (43,64 persen) di DPRD Provinsi Bali. Dengan raihan ini, PDIP bisa mengusung sendiri pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) pada Pilgub Bali 2018, tanpa harus berkoalisi dengan partai politik lainnya.[bbn/sdc/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami