Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Ahli IT Bali : Pokemon Go Bagai Pisau Bermata Dua
Kamis, 21 Juli 2016,
05:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pokemon Go memang jadi trending topik akhir-akhir ini. Berbagai reaksi bermunculan, baik pro maupun kontra.
Sejak diluncurkan pada Kamis 7 Juli 2016 lalu oleh Niantic Labs, game Pokemon Go yang berbasis Global Positioning System (GPS) dan Augmented Reality (AR) ini memang memunculkan kehebohan di seluruh dunia.
Di balik kehebohan game Pokemon Go ini, memang ada banyak hal tak terduga yang terjadi, baik yang lucu, unik hingga membahayakan nyawa.
Bagaimana game ini bisa fenomenal?
Menurut I Putu Agus Swastika, M.Kom, Praktisi IT yang juga Ketua STMIK Primakara Denpasar,Bali, game Pokemon Go telah berhasil menyentuh kebutuhan umum manusia, yaitu jalan-jalan, berinteraksi dengan sesama dan berkompetisi.
"Game ini memang mengharuskan penggunanya berjalan-jalan untuk memburu pokemon, kemudian pemain bisa membentuk tim dan bisa berkompetisi mengadu kehebatan,"jelas Agus Swastika.
Lebih lanjut Agus Swastika menjelaskan, tujuan penciptaan game ini adalah mengajak penggunanya lebih banyak melakukan aktifitas di luar ruangan, bergerak, dan mengenal lingkungan.
"Upaya menangkap pokemon akan mengarahkan pemain menuju ke taman, landmark, atau ke tempat-tempat umum lainnya,"ujar Agus Swastika yang akrab disapa Guslong.
Apakah ada unsur edukasinya?
Agus Swastika menambahkan, sebenarnya ada sedikit di dalamnya dimana pemain juga diajak untuk mengenal binatang-binatang di dunia nyata yang menjadi model Pokemon.
Lalu bagaimana dengan sisi negatifnya?
Menurut Agus Swastika, game sama halnya dengan pisau, jika digunakan dengan baik akan memberi manfaat, namun jika digunakan dengan keliru bisa membahayakan bahkan bisa celaka.
"Pengembang Pokemon Go berharap pemain melakukan petualangannya dengan berjalan kaki, namun jika berburunya menggunakan sepeda motor atau mobil, lalu menangkap pokemonnya sambil menyetir tentu resikonya bisa terjadi kecelakaan,"jelas Agus Swastika.
Sebagai akademisi, Agus Swastika justru mengharapkan kemunculan Pokemon Go ini merangsang para pengembang aplikasi game untuk menghasilkan game-game baru yang diminati masyarakat dan juga memberi nilai positif sehingga industri kreatif bisa bertumbuh.[bbn/gus/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3795 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026