Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Usai Gadaikan Sertifikat Tanah 30 Are, Ketut Kandra "Ngantung Iba"
Jumat, 22 Juli 2016,
05:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
BeritaBali.com, Tabanan. I Ketut Kandra (45) petani asal Banjar Bangal Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat ditemukan tewas "ngantung iba" (gatung diri) di pohon jeruk kebunnya, Jumat (22/7). Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena permasalahan tanah. Karena dua bulan sebelumnya korban sempat menggadaikan sertifikat tanah seluas 30 are.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tubuh korban pertama kali ditemukan dalam posisi menggantung di pohon jeruk oleh adiknya bernama Ni Made Sanitri (40). Saat itu sekitar pukul 06.00 Wita, saksi Sanitri hendak mengambil kayu bakar di gubuk dekat dapurnya, tiba tiba melihat sesuatu yang tergantung.
Setelah dicek ternyata korban yang juga kakak saksi telah tergantung di kebun yang berjarak kurang lebih 5 meter dari rumahnya. Saksi sempat memegang tangan korban dan merasakan tangan korban sudah dingin. Selanjutnya saksi menelpon I Ketut Sukardi. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Posek Selemadeg Barat.
Sekira pukul 07.30 wita unit Opsnal Polsek Selbar tiba di TKP kemudian melaksanakan olah TKP. Korban tergantung di pohon Jeruk dengan menggunakan tali senar untuk merabas diameter 4 mm berwarna putih. Korban saat itu masih menggunakan baju kaos warna abu abu dan celana jeans warna putih.
Sementara itu tinggi ikatan tali di cabang pohon Jeruk setinggi 280 cm, jarak kaki dengan tanah 30 cm, jarak ikatan tali dengan simpul jeratan di leher 90 cm, jarak simpul jeratan leher dengan tanah 190 cm. Selanjunya tubuh korban diturunkan dan dibawa ke rumah duka. Setelah itu dilakukan pemeriksaan luar oleh bidan Puskesmas Selemadeg Barat, I Putu Suardana.
Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban, pada mulut korban keluar air liur, pada kelamin keluar air mani,pada leher korban terdapat luka memar yang disebabkan jeratan tali sekitar 20 cm, diperkirakan korban meninggal lebih dari 5 jam dan korban murni meninggal karena gantung diri.
Menurut keterangan saksi I Ketut Sukardi bahwa sekitar 2 bulan yang lalu korban gadaikan sertifikat tanah 30 are dengan uang Rp 170 juta. Kemudian saksi Sukardi sudah menebus sertifikat tersebut dan korban tetap diberikan mengelola kebun. [bbn/nod/psk]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026