Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Pemkab Buleleng Dorong Kementerian Koperasi Salurkan KUR 9 Persen
Selasa, 26 Juli 2016,
06:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. Sejalan dengan tema peringatan Hari koperasi ke-69 tahun 2016, yakni "Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari", diharapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi era Perdagangan Bebas Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).
Hal itu dikatakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST saat memberikan sambutan pada puncak acara Hari Koperasi yang diselenggarakan di Gedung Wanita Laksmi Graha, Senin (25/7).
Pada kegiatan itu, Bupati Suradnyana didampingi Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP, para Asisten dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng.
Koperasi, khususnya di Buleleng sering mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Ini dikarenakan koperasi mengikuti ekonomi yang selalu berubah setiap tahunnya. Dengan demikian, Bupati Suradnyana menyarankan koperasi di Buleleng harus menguatkan strktutur manajemen koperasinya.
"Sekarang simpan pinjam yang masih dominan, jadi saran saya pengurus harus dikuatkan sihingga ada transparansi dalam pengelolaan koperasi," tegasnya.
Selanjutnya, Bupati Suradnyana mengatakan, Pemerintah terus mendorong Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengeluarkan Kredit Usaha Rakyat 9 persen.
"Dengan bunga pinjaman koperasi yang masih tinggi, pemerintah terus berusaha mendorong Kementerian untuk mengeluarkan KUR 9 persen agar koperasi tidak terkesan hanya dimanfaatkan oleh orang yang kepepet karena bunganya masih 2 persen," jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Drs. Ida Bagus Made Geriastika mengatakan, jumlah koperasi di Buleleng sampai tahun 2015 mencapai 388 Koperasi.
"Namun jumlah itu sudah berkurang karena ada 91 koperasi yang dicabut ijinnya karena bermasalah, sehingga sekarang masih tersisa 297 koperasi," jelasnya.
Ia mengaku, sebelum mencabut ijin, Diskopdagperin melakukan pembinaan kepada koperasi yang bermasalah.
"Kami sudah melakukan pembinaan, tapi mereka belum juga bisa menyelesaikan masalahnya jadi terpaksa kami cabut ijinnya," tegasnya. Ia menambahkan selain 91 koperasi yang dicabut ijinnya, sisanya masih tergolong sehat.[bbn/pan/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026