Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pemkab Buleleng Dorong Kementerian Koperasi Salurkan KUR 9 Persen
Selasa, 26 Juli 2016,
06:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. Sejalan dengan tema peringatan Hari koperasi ke-69 tahun 2016, yakni "Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari", diharapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi era Perdagangan Bebas Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).
Hal itu dikatakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST saat memberikan sambutan pada puncak acara Hari Koperasi yang diselenggarakan di Gedung Wanita Laksmi Graha, Senin (25/7).
Pada kegiatan itu, Bupati Suradnyana didampingi Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP, para Asisten dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng.
Koperasi, khususnya di Buleleng sering mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Ini dikarenakan koperasi mengikuti ekonomi yang selalu berubah setiap tahunnya. Dengan demikian, Bupati Suradnyana menyarankan koperasi di Buleleng harus menguatkan strktutur manajemen koperasinya.
"Sekarang simpan pinjam yang masih dominan, jadi saran saya pengurus harus dikuatkan sihingga ada transparansi dalam pengelolaan koperasi," tegasnya.
Selanjutnya, Bupati Suradnyana mengatakan, Pemerintah terus mendorong Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengeluarkan Kredit Usaha Rakyat 9 persen.
"Dengan bunga pinjaman koperasi yang masih tinggi, pemerintah terus berusaha mendorong Kementerian untuk mengeluarkan KUR 9 persen agar koperasi tidak terkesan hanya dimanfaatkan oleh orang yang kepepet karena bunganya masih 2 persen," jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Drs. Ida Bagus Made Geriastika mengatakan, jumlah koperasi di Buleleng sampai tahun 2015 mencapai 388 Koperasi.
"Namun jumlah itu sudah berkurang karena ada 91 koperasi yang dicabut ijinnya karena bermasalah, sehingga sekarang masih tersisa 297 koperasi," jelasnya.
Ia mengaku, sebelum mencabut ijin, Diskopdagperin melakukan pembinaan kepada koperasi yang bermasalah.
"Kami sudah melakukan pembinaan, tapi mereka belum juga bisa menyelesaikan masalahnya jadi terpaksa kami cabut ijinnya," tegasnya. Ia menambahkan selain 91 koperasi yang dicabut ijinnya, sisanya masih tergolong sehat.[bbn/pan/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026