Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemkab Buleleng Dorong Kementerian Koperasi Salurkan KUR 9 Persen

Selasa, 26 Juli 2016, 06:15 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Beritabali.com, Singaraja. Sejalan dengan tema peringatan Hari koperasi ke-69 tahun 2016, yakni "Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari", diharapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi era Perdagangan Bebas Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). 
 
Hal itu dikatakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST saat memberikan sambutan pada puncak acara Hari Koperasi yang diselenggarakan di Gedung Wanita Laksmi Graha, Senin (25/7).
Pada kegiatan itu, Bupati Suradnyana didampingi Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP, para Asisten dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng.
 
Koperasi, khususnya di Buleleng sering mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Ini dikarenakan koperasi mengikuti ekonomi yang selalu berubah setiap tahunnya. Dengan demikian, Bupati Suradnyana menyarankan koperasi di Buleleng harus menguatkan strktutur manajemen koperasinya. 
 
"Sekarang simpan pinjam yang masih dominan, jadi saran saya pengurus harus dikuatkan sihingga ada transparansi dalam pengelolaan koperasi," tegasnya.
 
Selanjutnya, Bupati Suradnyana mengatakan, Pemerintah terus mendorong Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengeluarkan Kredit Usaha Rakyat 9 persen. 
"Dengan bunga pinjaman koperasi yang masih tinggi, pemerintah terus berusaha mendorong Kementerian untuk mengeluarkan KUR 9 persen agar koperasi tidak terkesan hanya dimanfaatkan oleh orang yang kepepet karena bunganya masih 2 persen," jelasnya.
 
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Drs. Ida Bagus Made Geriastika mengatakan, jumlah koperasi di Buleleng sampai tahun 2015 mencapai 388 Koperasi. 
 
"Namun jumlah itu sudah berkurang karena ada 91 koperasi yang dicabut ijinnya karena bermasalah, sehingga sekarang masih tersisa 297 koperasi," jelasnya.
 
Ia mengaku, sebelum mencabut ijin, Diskopdagperin melakukan pembinaan kepada koperasi yang bermasalah. 
 
"Kami sudah melakukan pembinaan, tapi mereka belum juga bisa menyelesaikan masalahnya jadi terpaksa kami cabut ijinnya," tegasnya. Ia menambahkan selain 91 koperasi yang dicabut ijinnya, sisanya masih tergolong sehat.[bbn/pan/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami