Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Sentra Kerajinan Perak Celuk Meredup, Ini Sebabnya
Selasa, 2 Agustus 2016,
06:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kawasan Celuk di Kabupaten Gianyar, Bali, dulu dikenal sebagai sentra atau pusat kerajinan perak di Bali. Seiring perjalanan waktu, pamor Celuk sebagai sentra kerajinan perak meredup. Apa sebabnya?
Kepala Bidang Bina UMKM, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pemerintah Provinsi Bali, Ketut Rai Sukerta menyatakan, salah satu penyebab redupnya pamor kawasan Celuk sebagai sentra perak karena lambatnya melakukan inovasi.
"Karena sudah lama mapan di sana, akhirnya merasa nyaman dengan cara tradisional, sehingga lambat melakukan inovasi," ujar Ketut Rai.
Rai menambahkan, masih banyak pengrajin perak di kawasan itu yang belum terjangkau pemasaran produk secara online. Akibatnya mereka tersingkir dengan pengusaha perak yang sudah memasarkan produk dengan cara online.
"Kawasan kerajinan perak Celuk saat ini lesu. Setelah kita lakukan pemantauan, ternyata salah satu faktor penyebab adalah karena telat melakukan inovasi, dalam hal ini terlambat masuk ke dunia online karena sudah merasa nyaman lewat pemasaran dengan cara lama," ujar Rai.
Ketut Rai sangat menyayangkan hal tersebut dan menyatakan siap membantu menghidupkan kembali kawasan Celuk sebagai sentra kerajinan perak di Bali.
"Sangat kita sayangkan, kita siap untuk hidupkan kembali kawasan celuk dengan silvernya, tentunya dengan bantuan berbagai pihak," ujarnya.
Terkait hal ini, situs jual beli online Bali, Mailaku.com, siap membantu pengrajin perak tradisional Bali, dalam memasarkan produknya.
Manager Marketing Mailaku.com, Ketut Adi Sutrisna, menyatakan, pihaknya dengan senang hati akan membantu para pengrajin perak di Celuk dan kawasan lain di Bali.
"Kami siap membantu, Mailaku.com siap memberikan pelatihan kepada para pengrajin, terutama dalam hal pelatihan pemasaran produknya lewat media online," ujar Ketut Adi. [bbn/ctg/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 386 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 380 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026