Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 21 September 2026
Disebut Pemeras Rakyat, Pospera Laporkan Aktivis Gendo ke Polda Bali
Selasa, 16 Agustus 2016,
04:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Para aktivis Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) melaporkan Wayan "Gendo" Suardana ke Mapolda Bali atas sangkaan telah menebar ujaran kebencian (hate speech) dengan memakai isu SARA sebagaimana disampaikan lewat media sosial twitter.
Sebanyak tujuh orang aktivis dipimpin Ketua DPD Pospera Bali Kadek Agus Ekanata mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolda Bali Jalan WR Supratman 7 Denpasar Senin (15/8/2016).
Mereka melaporkan pemilik akun twitter Wayan Gendo S#Bejo diduga Gendo yang Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali) Teluk Benoa ke jalur hukum.
"Kami melihat, dia telah menyampaikan ujaran kebencian lewat media sosial twitter dengan menggunakan isu SARA, apalagi sampai saat ini tidak pernah ada klarifikasi yang bersangkutan atas ciutannya di Twitter," tegas Ekanata didampingi Sekretaris Jatmiko Wiwoho.
Dia menjelaskan, tulisan Gendo di media sosial itu, diduga kuat diarahkan kepada Pospera dan pribadi Adian Napitupulu sebagai Ketua Dewan Pembina Pospera yang saat ini anggota DPR RI.
Ketersinggungan para aktivis itu setelah akun tersebut memplesetkan singkatan Pospera dengan "pos pemeras rakyat" dan marga"Napitupulu dengan" napitufulus" yang bermakna negatif.
Bahkan, lanjut Ekanata, ujaran kebencian itu dilakukan berulangkali sejak 19 juli 2016 pukul 11.07 sehingga menyulut reaksi negatif di media sosial karena dianggap sebagai pelecehan mengarah SARA.
Sikap rasis dan caci maki, bukanlah karakter seorang aktivis maupun krama Bali. Kendati mewakili pribadi, namun penyataan Dewan Nasional Walhi Pusat itu, dinilai menyimpang dari nilai-nilai dan keluhuran masyarakat Bali yang mengedepankan konsep menyamabraya dan tat twan asi.
"Boleh saja berbeda pendapat namun tetaplah menjaga tata krama dan etika dalam berkomunikasi, baik lesan maupun tulisan sehingga tidak menimbulkan permusuhan dan konflik antar sesama apalagi antar suku," sambung aktivis 1998 alumnus Universitas Warmadewa itu, seperti dilansir kabarnusa.
Hal sama disampaikan mantan aktivis 98 lainnya Oktaviansyah yang turut mendampingi pelaporan Pospera, bahwa sebagai tokoh masyarakat, Gendo mestinya bisa menjaga semangat pluralisme. Perbedaan janga justru membuatnya gelap mata, lantas menyerang dan melecehkan pribadi orang atau organisasi tertentu.
Oktav menyayangkam cuitan di twitter tersebut, apalagi Gendo menjadi tokoh dan sebagai panutan oleh banyak orang. Bagaimana jadinya jika hal-hal semacam itu dibiarkan bahkan ditiru banyak masyarakat lainnya atau generasi muda di Bali.
"Ini sangat disayangkan untuk tokoh sekaliber Gendo," imbuh alumnus Universitas Udayana itu.
Diketahui, pada saat sama, pelaporan terhadap Gendo juga dilakukan oleh DPP Pospera ke Mabes Polri dan empat DPD lainnya seperti Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Sumatra Selatan.
Dipihak lain, Wayan "Gendo" Suardana yang coba dimintakan konfirmasi terkait laporan Pospera belum bisa dihubungi. Saat dihubungi lewat whatsapp, Gendo enggan memberi jawaban. [bbn/knc/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8115 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5668 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2396 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026