Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
“Makan Batu†Film Terbaik Denpasar Film Festival 2016
Selasa, 23 Agustus 2016,
05:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Makan Batu, film dokumenter karya Ririen Dwi Lestari (Jakarta) yang mengisahkan perjuangan para ibu di Gunung Kendeng, Jawa Tengah, yang berjuang mempertahankan desa dan kawasan pertanian mereka yang terdesak pembangunan pabrik semen, dinobatkan sebagai Film Terbaik Denpasar Film Festival 2016.
Film ini menyisihkan empat nominee lainnya yakni Love Behind Bars (Sigit Purwono – Denpasar), Sikola Baruak (Gery Arsuma – Padang), Silent Blues of The Ocean (Arfan Sabran & Andi F. Azzahra – Makassar), Tledhek (Vicky Hendri Kurniawan – Banyuwangi). Atas kemenangan itu Makan Batu berhak memboyong trofi DFF dan hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta.
Selain film terbaik, tahun ini Dewan Juri yang terdiri dari Slamet Rahardjo Djarot, Rio Helmi, Dr. Lawrence Blair, I Wayan Juniartha, Bre Redana, dan Prof. I Made Bandem memberi dua penghargaan khusus kepada film Silent Blues of The Ocean atas capaian sinematografinya dan Tledhek untuk kemampuan bertuturnya. Kedua peraih penghargaan khusus ini memperoleh hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp 5,5juta.
Pada Katergori Pelajar, film Penting karya Ni Komang Ary Dharmayanti (SMK PGRI 1 Amlapura) tampil sebagai Juara I, disusul Pemuek karya Ni Kadek Sriani (SMAN 1 Susut, Bangli) sebagai Juara II dan PDAM Leak karya Gung Mayun (SMAN 1 Semarapura ) sebagai Juara III.
Lomba film dokumenter merupakan program utama DFF. Program lainnya dalam festival yang sudah menginjak tahun ketujuh ini adalah pelatihan, pendampingan produksi, pameran esai foto, diskusi, pemutaran film, dan lomba resensi film.
“Intinya adalah edukasi, apresiasi, dan kompetisi”, papar Agung Bawantara, Direktur DFF.
Pada 2016 ini, rangkaian program DFF diawali dengan Pelatihan Produksi Film Dokumenter yang diselenggarakan pada 15-19 Maret dengan instruktur Tonny Trimarsanto. Tonny adalah seorang pembuat film dokumenter yang telah memenangi sedikitnya lima penghargaan internasional di bidang ini. Meski materi yang disampaikan sama, kali ini penyelenggara menerapkan pendekatan baru yakni dengan metode perkemahan (camp) mengambil tempat di tepian Danau Buyan, Tabanan.[bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026