Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




“Makan Batu” Film Terbaik Denpasar Film Festival 2016

Selasa, 23 Agustus 2016, 05:15 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Makan Batu, film dokumenter karya Ririen Dwi Lestari (Jakarta) yang mengisahkan perjuangan para ibu di Gunung Kendeng, Jawa Tengah, yang berjuang mempertahankan desa dan kawasan pertanian mereka yang terdesak pembangunan pabrik semen, dinobatkan sebagai Film Terbaik Denpasar Film Festival 2016. 
 
Film ini menyisihkan empat nominee lainnya yakni Love Behind Bars (Sigit Purwono – Denpasar), Sikola Baruak  (Gery Arsuma – Padang), Silent Blues of The Ocean  (Arfan Sabran & Andi F. Azzahra – Makassar), Tledhek  (Vicky Hendri Kurniawan – Banyuwangi). Atas kemenangan itu Makan Batu berhak memboyong trofi DFF dan hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta.
 
Selain film terbaik, tahun ini Dewan Juri yang terdiri dari Slamet Rahardjo Djarot, Rio Helmi, Dr. Lawrence Blair, I Wayan Juniartha, Bre Redana, dan Prof. I Made Bandem memberi dua penghargaan khusus kepada film Silent Blues of The Ocean atas capaian sinematografinya dan Tledhek  untuk kemampuan bertuturnya. Kedua peraih penghargaan khusus ini memperoleh hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp 5,5juta.
 
Pada Katergori Pelajar,  film  Penting  karya Ni Komang Ary Dharmayanti (SMK PGRI 1 Amlapura) tampil  sebagai Juara I, disusul Pemuek karya Ni Kadek Sriani  (SMAN 1 Susut, Bangli)  sebagai Juara II dan PDAM Leak  karya Gung Mayun  (SMAN 1 Semarapura )  sebagai Juara III. 
Lomba film dokumenter merupakan program utama DFF. Program lainnya dalam festival yang sudah menginjak tahun ketujuh ini adalah pelatihan, pendampingan produksi,  pameran esai foto, diskusi, pemutaran film, dan lomba resensi film. 
 
“Intinya adalah edukasi, apresiasi, dan kompetisi”, papar Agung Bawantara, Direktur DFF. 
 
Pada 2016 ini, rangkaian program DFF diawali dengan Pelatihan Produksi Film Dokumenter yang diselenggarakan pada 15-19 Maret dengan instruktur Tonny Trimarsanto. Tonny adalah seorang pembuat film dokumenter yang telah memenangi sedikitnya lima penghargaan internasional di bidang ini. Meski materi yang disampaikan sama, kali ini penyelenggara menerapkan pendekatan baru yakni dengan metode perkemahan (camp) mengambil tempat di tepian Danau Buyan, Tabanan.[bbn/rls/psk]  
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami