Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
“Makan Batu†Film Terbaik Denpasar Film Festival 2016
Selasa, 23 Agustus 2016,
05:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Makan Batu, film dokumenter karya Ririen Dwi Lestari (Jakarta) yang mengisahkan perjuangan para ibu di Gunung Kendeng, Jawa Tengah, yang berjuang mempertahankan desa dan kawasan pertanian mereka yang terdesak pembangunan pabrik semen, dinobatkan sebagai Film Terbaik Denpasar Film Festival 2016.
Film ini menyisihkan empat nominee lainnya yakni Love Behind Bars (Sigit Purwono – Denpasar), Sikola Baruak (Gery Arsuma – Padang), Silent Blues of The Ocean (Arfan Sabran & Andi F. Azzahra – Makassar), Tledhek (Vicky Hendri Kurniawan – Banyuwangi). Atas kemenangan itu Makan Batu berhak memboyong trofi DFF dan hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta.
Selain film terbaik, tahun ini Dewan Juri yang terdiri dari Slamet Rahardjo Djarot, Rio Helmi, Dr. Lawrence Blair, I Wayan Juniartha, Bre Redana, dan Prof. I Made Bandem memberi dua penghargaan khusus kepada film Silent Blues of The Ocean atas capaian sinematografinya dan Tledhek untuk kemampuan bertuturnya. Kedua peraih penghargaan khusus ini memperoleh hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp 5,5juta.
Pada Katergori Pelajar, film Penting karya Ni Komang Ary Dharmayanti (SMK PGRI 1 Amlapura) tampil sebagai Juara I, disusul Pemuek karya Ni Kadek Sriani (SMAN 1 Susut, Bangli) sebagai Juara II dan PDAM Leak karya Gung Mayun (SMAN 1 Semarapura ) sebagai Juara III.
Lomba film dokumenter merupakan program utama DFF. Program lainnya dalam festival yang sudah menginjak tahun ketujuh ini adalah pelatihan, pendampingan produksi, pameran esai foto, diskusi, pemutaran film, dan lomba resensi film.
“Intinya adalah edukasi, apresiasi, dan kompetisi”, papar Agung Bawantara, Direktur DFF.
Pada 2016 ini, rangkaian program DFF diawali dengan Pelatihan Produksi Film Dokumenter yang diselenggarakan pada 15-19 Maret dengan instruktur Tonny Trimarsanto. Tonny adalah seorang pembuat film dokumenter yang telah memenangi sedikitnya lima penghargaan internasional di bidang ini. Meski materi yang disampaikan sama, kali ini penyelenggara menerapkan pendekatan baru yakni dengan metode perkemahan (camp) mengambil tempat di tepian Danau Buyan, Tabanan.[bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026