Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Mabes Polri Lacak Sumber 28 Ton Amonium Nitrat
Jumat, 23 September 2016,
06:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Mabes Polri turun tangan menyelidiki tertangkapnya Kapal Motor Alam Indah yang mengangkut 28,280 ton bubuk Amonium Nitrat diperairan laut Bali, pada Selasa (20/9) malam. Mabes Polri masih mencari dalang penyuplai dan menduga pengiriman bahan baku pembuat pupuk dan bahan peledak ini dikendalikan oleh orang yang sama dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia.
Direktur Tipideksus Mabes Polri Brigjen Pol Agus Setya mengatakan, tangkapan ini sama persis yang dilakukan jajaran Mabes Polri bekerjasama dengan pihak Bea Cukai, dibeberapa daerah perairan di Indonesia. Dari beberapa kali penangkapan yang dilakukan berlangsung di Batam, Sulawesi Selatan hingga Tanjung Balai Karimun. Modus operadinya juga sama menyelundupan Amonium Nitrat melalui kapal motor.
Menurutnya, Amonium Nitrat merupakan bahan yang sangat berbahaya dan merusak lingkungan hidup, khususnya habitat laut. Amonium Nitrat ini sedianya digunakan para nelayan untuk pengeboman ikan di laut.
“Tujuannya memang menangkap ikan, tapi caranya tidak benar dengan mengebom ikan sehingga merusak lingkungan,” tegasnya saat jumpa pers kepada awak media di Bea Cukai Bandara, kemarin (22/9), yang dihadiri PLH Kakanwil Bea Cukai Husni Syaiful, Kepala KPPBC TMP A Denpasar Untung Purwoko, Direktur Pol Air Polda Bali Kombespol. Mohamad Hendra Suhartyono dan wakil dari Direktur Intelkam Polda Bali AKBP Priyanto.
Mabes Polri kata jenderal bintang satu dipundak ini, sudah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Kelautan untuk melakukan pencegahan. Kementerian Kelautan berharap kepada jajaran Mabes Polri dan Bea Cukai untuk terus memberantas dan mencegah masuknya Amonium Nitrat ini masuk ke Bali.
“Mabes Polri dan Bea Cukai diharapkan mencegah masuknya bahan ini dengan menghadang jalur distribusi yang berasal dari pelabuhan Pasir Gudang Malaysia,” bebernya.
Saat ditanya apakah pengiriman Amonium Nitrat ada kaitannya dengan terorisme, Brigjen Agus membantahnya. Penangkapan Kapal Motor Alam Indah yang dilakukan Bea Cukai bukan di bawa ke Bali tapi dari Malaysia menuju Sulawesi Selatan. “Jadi, sekarang ini Mabes Polri masih menyelidiki bagaimana Amonium Nitrat ini bisa masuk ke Indonesia. Siapa dalangnya, masih dicari,” tegas Brigjen Agus.
Hal senada dikatakan PLH Kakanwil Bea Cukai Husni Syaiful yang mengatakan tujuan akhir pengiriman Amonium Nitrat ini bukan ke Bali, tapi tepatnya menuju Selayar Sulawesi Selatan. “Tidak ada kaitannya di Bali. Bali hanya pencegahan. Karena ada informasi pengiriman dari Malaysia yang melewati laut Bali menuju Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Kapal Motor Alam Indah ditangkap di perairan Laut Bali pada Selasa (20/9) dalam sebuah penyergapan petugas Patroli Bea Cukai dan Dit Pol Air Benoa. Dalam penyergapan tim gabungan menemukan bubuk Bahan Amonium Nitrat sebanyak 28,280 ton yang dikemas dalam 1153 karung. Pihaknya mengamankan 5 anak buah kapal beserta nahkodanya yang sebagian berasal dari Sulawesi Selatan.
“Mereka ini pelaut. Dari keterangannya mereka berangkat dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia menuju Selayar Sulawesi Selatan. Awalnya mereka mengangkut 1500 karung tapi karena ombak gede sebagian dibuang dan sisanya inilah yang kami temukan dan sudah diamankan sebagai barang bukti.[bbn/spy/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026