Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 1 November 2026
Tembak Feroza Dengan Pistol Soft Gun, Dek Epek Diamankan Polisi
Senin, 26 September 2016,
14:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Seorang pria bernama I Made Sumariata alias Dek Epek nekat melakukan aksi koboi di kampung turis Kuta, Badung. Pelaku menembakkan peluru dari air soft gun yang dimilikinya kepada pengendara mobil bernama Nepo Prayogi.
Menurut Kapolsek Kuta, Komisaris I Wayan Sumara, peristiwa kekerasan di wilayah hukum Kuta pada Sabtu lalu (24/9/2016) pukul 20.30 Wita itu mengakibatkan mobil Feroza milik Nepo Prayogi kacanya rusak.
"Kami menerima laporan bahwa telah terjadi perusakan kaca mobil. Saat itu juga tim kami langsung bergerak ke lapangan," ucap Sumara di Mapolsek Kuta, Senin (26/9/2016).
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kata Sumara menyebut ditemukan 12 butir pelor. Petugas kepolisian akhirnya langsung mendatangi warung milik Pak Jhon dan didapati keterangan jika Bayu sempat bersitegang dengan seorang pria bernama Dek Epek.
"Saat itu juga kami meminta keterangan kepada korban. Dia (korban) menjelaskan bahwa ada temannya-temannya yang bernama Bayu sempat bermasalah dengan seseorang di tempat minum-minum Pak Jhon. Kami akhirnya mendapati alamat rumah Dek Epek. Esok harinya baru dia ditangkap," jelas Sumara.
Sumara menuturkan, saat dilakukan penggeledahan di rumah Dek Epek, petugas menemukan air soft gun yang digunakan untuk menembak mobil Nepo Prayogi. Pelaku yang masih berstatus mahasiswa itu mengakui telah melakukan perusakan terhadap mobil Nepo Prayogi dengan cara menembakkan peluru air soft gun.
"Yang pasti, kasus ini tidak melibatkan kelompok tertentu. Ini murni masalah perorangan. Adapun kerugian korban senilai Rp 4 juta. Pelaku melakukan hal itu karena rasa benci melihat perilaku korban. Tersangka kita jerat dengan pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan," terang Sumara.
Pasca kejadian ini, Sumara mengaku masih terus mengembangkan kasus ini termasuk mengenai keberadaan air soft gun serta soal perijinan senjatanya tersebut.
"Kasus ini kami kembangkan, karena keberadaan air soft gun harus ada izin. Kita cari tahu dari mana dia dapat itu (air soft gun)," tandas Sumara.[bbn/bbk/psk]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026