Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Tembak Feroza Dengan Pistol Soft Gun, Dek Epek Diamankan Polisi
Senin, 26 September 2016,
14:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Seorang pria bernama I Made Sumariata alias Dek Epek nekat melakukan aksi koboi di kampung turis Kuta, Badung. Pelaku menembakkan peluru dari air soft gun yang dimilikinya kepada pengendara mobil bernama Nepo Prayogi.
Menurut Kapolsek Kuta, Komisaris I Wayan Sumara, peristiwa kekerasan di wilayah hukum Kuta pada Sabtu lalu (24/9/2016) pukul 20.30 Wita itu mengakibatkan mobil Feroza milik Nepo Prayogi kacanya rusak.
"Kami menerima laporan bahwa telah terjadi perusakan kaca mobil. Saat itu juga tim kami langsung bergerak ke lapangan," ucap Sumara di Mapolsek Kuta, Senin (26/9/2016).
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kata Sumara menyebut ditemukan 12 butir pelor. Petugas kepolisian akhirnya langsung mendatangi warung milik Pak Jhon dan didapati keterangan jika Bayu sempat bersitegang dengan seorang pria bernama Dek Epek.
"Saat itu juga kami meminta keterangan kepada korban. Dia (korban) menjelaskan bahwa ada temannya-temannya yang bernama Bayu sempat bermasalah dengan seseorang di tempat minum-minum Pak Jhon. Kami akhirnya mendapati alamat rumah Dek Epek. Esok harinya baru dia ditangkap," jelas Sumara.
Sumara menuturkan, saat dilakukan penggeledahan di rumah Dek Epek, petugas menemukan air soft gun yang digunakan untuk menembak mobil Nepo Prayogi. Pelaku yang masih berstatus mahasiswa itu mengakui telah melakukan perusakan terhadap mobil Nepo Prayogi dengan cara menembakkan peluru air soft gun.
"Yang pasti, kasus ini tidak melibatkan kelompok tertentu. Ini murni masalah perorangan. Adapun kerugian korban senilai Rp 4 juta. Pelaku melakukan hal itu karena rasa benci melihat perilaku korban. Tersangka kita jerat dengan pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan," terang Sumara.
Pasca kejadian ini, Sumara mengaku masih terus mengembangkan kasus ini termasuk mengenai keberadaan air soft gun serta soal perijinan senjatanya tersebut.
"Kasus ini kami kembangkan, karena keberadaan air soft gun harus ada izin. Kita cari tahu dari mana dia dapat itu (air soft gun)," tandas Sumara.[bbn/bbk/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 732 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 667 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 488 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 469 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026