Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 16 September 2026
Gubernur Himbau PHDI Kembali Dipimpin Seorang Pandita
Rabu, 12 Oktober 2016,
06:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Konflik berkepanjangan yang menerpa Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) selama ini diharapkan dapat terselesaikan seiring dengan pelaksanaan Mahasabha ke-11 PHDI Tahun yang rencananya akan digelar di Surabaya, dengan jalan kembali ke AD/ART lama, yang lebih dominan sebagai perkumpulan para Pandita.
Saat ini PHDI lebih didominasi oleh Sabha Walaka dan Pengurus Harian, sehingga kehilangan maknanya sebagai lembaga agama yang mengedepankan pembahasan sastra agama.
Demikian penegasan yang disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima audensi Panitia Mahasabha PHDI di ruang kerjanya, Selasa (11/10).
“Saya ingin menyuarakan aspirasi masyarakat yang menyebutkan hal tersebut sebagai pemicu konflik interen, jika itu yang lebih dominan tentu bisa dimanfaatkan, bisa saja disetir kemana-mana, saya ingin PHDI steril dari kepentingan politik atau kepentingan LSM. Itu mungkin yang menyebabkan masyarakat kurang respect, PHDI kurang mendapat tempat dimasyarakat. Jika kembali ke awal pembentukan sebagai perkumpulan para Pandita, tentunya PHDI harus dipimpin seorang Pandita pula, jika unsur Pandita forum, maka bhisamanya akan diakui masyarakat,” kata Pastika.
PHDI saat ini terdiri dari sabha pandita, sabha walaka dan pengurus harian memiliki susunan kepanitian masing-masing tanpa adanya ketua umum, dan lebih didominasi pengurus harian yang seharusnya berkutat masalah kesekretariatan.
“Kita lihat agama lain, lembaga agamanya pasti dipimpin pemuka agama, karena memang mereka yang memahami tentang agama, dan Ketua Harian harusnya fokus mencari dana untuk kegiatan lembaganya. Tapi jika ada 3 pimpinan, dan masing-masing menonjolkan diri tentunya ini yang akan menimbulkan konflik. Jadi saya harapkan semoga Mahasabha ini benar-benar bisa menghasilkan keputusan yang tepat, mungkin sedikit saran, Ketua umum diambil dari Ketua Sabha Pandita, Ketua Pengurus Harian menjadi Wakil Ketua Umum, serta Ketua Sabha Walaka menjadi Dewan Pakar,” himbau Pastika.
Lebih jauh, pelaksanaan Mahasabha diharapkan Pastika bisa tertib, dijauhkan dari konflik, bisa mengakomodir kepentingan semua pihak dan menghasilkan keputusan yang benar-benar bermanfaat bagi umat.
“Jangan sampai ada keributanlah, malu nanti kita, masa pertemuan agama ribut,” pungkas Pastika seraya menyatakan ketua yang terpilih nantinya harus benar-benar bisa dan mau bekerja demi lembaga dan umat yang dipimpinnya.
Sementara itu, Ketua Umum PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma yang saat itu memimpin rombongan dalam laporannya menjelaskan Mahasabha direncanakan digelar di Surabaya mulai tanggal 21 s.d 24 Oktober 2016, dengan peserta sekitar 900 orang yang berasal dari 34 PHDI Provinsi se-Indonesia.
Mahasabha diantaranya akan memutuskan kepengurusan Sabha Pandita, Sabha Walaka dan Pengurus Harian. Untuk mengakomodir seluruh wilayah, sidang akan dipimpin oleh 8 pimpinan sidang yang berasal dari 8 wilayah, sehingga diharapkan kedepannya terbentuk PHDI yang benar-benar bisa mewakili seluruh umat.
Disisi lain, Ketua Panitia Mahasabha, Wayan Gigin tidak menampik perubahan AD/ART tentang kepengurusan PHDI yang tidak lagi dipimpin oleh Pandita sejak 2 periode kepemimpinan. Hal ini menurutnya untuk menghindari kekhawatiran adanya Pandita yang tersangkut urusan hukum apabila memimpin lembaga. Kedepannya Ia mengaku memang sedang berusaha memperkecil masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan Mahasabha.[bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5494 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2310 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1119 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026