Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Wisnu Bawa Tenaya Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia
Selasa, 25 Oktober 2016,
07:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Surabaya. Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya terpilih sebagai Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dalam pelaksanaan Mahasabha XI PHDI yang digelar di Graha Samudera, Bumimoro, Surabaya, Senin (24/10/2016).
Selain memilih Wisnu yang pernah menjabat Pangdam IX/Udayana, Mahasabha juga memilih Nengah Dana sebagai Ketua Sabha Walaka PHDI.
Salah satu panitia Mahasabha XI AKP I Made Sukama mengatakan sebelum pemilihan Wisnu, ada lima calon Ketum PHDI.
Mereka adalah KS Arsana SPsi, Drs Erlangga Mantik, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia, dan Kolonel Inf (Purn) I Nengah Dana.
Sebelumnya Sang Nyoman Suwisma yang Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat periode 2011-2016, mengaku tidak akan mencalonkan diri kembali.
“Karena kami adalah organisasi modern, kaderisasi harus terus jalan. Kader lain harus diberi kesempatan, tidak dimonopoli seseorang, sehingga program kerjanya tidak itu-itu saja,” kata Suwisma, Minggu (23/10/2016).
Sebagai Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, Suwisma berpesan kepada umat Hindu di seluruh Indonesia agar menjaga kesatuan.
Karena, lanjut Suwisma, sesuai dengan tema, program kerja 2016 hingga 2021 yang akan disusun dalam pertemuan ini akan menyesuaikan tema pemberdayaan kearifan lokal tersebut.
Berjalan Alot
Sidang dalam rangka Mahasabha XI Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sempat berlangsung alot pada Minggu (23/10/2016).
Perdebatan sengit terjadi di hari ketiga, yang memasuki agenda usulan bakal calon Ketua Sabha Pandita (Dharma Adyaksa), Ketua Sabha Walaka dan Ketua Pengurus Harian Pusat PHDI masa bakti 2016-2021.
“Tadi sempat alot dan memanas saat pembahasan usulan kepengurusan, terutama mengenai nama calon Dharma Adyaksa PHDI,” ujar sumber yang mengikuti Mahasabha XI yang digelar di Hotel Utami Jl. Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (23/10/2016).
Saat ditemui di lokasi acara, sumber ini mengungkapkan bahwa ketika seorang peserta menyebut jelas nama bakal calon Ketua Sabha Pandita, ada peserta lainnya tak terima sembari berujar,”Jangan sebut nama,” kata sumber tersebut menirukan teriakan seorang peserta mahasabha.
Tidak hanya walaka, para sulinggih pun turut berbeda pendapat. Saat jeda rapat komisi, sejumlah peserta mahasabha tampak berkumpul di sejumlah titik.
Obrolan mengenai alotnya rapat tak berhenti. Mereka membahas ihwal bagaimana panasnya rapat paripurna dan rapat komisi.
Tim keamanan yang memakai kaus bertuliskan pecalang di dada bagian kanan harus turun tangan.
“Ada juga yang sampai dilerai pecalang yang bertugas,” kata sumber tersebut.
Kendati demikian, acara berjalan dengan aman dan lancar. Perbedaan pendapat tersebut tak sampai membuat suasana gaduh.
Acara besar tokoh-tokoh Hindu nusantara yang digelar sekali dalam lima tahun ini diikuti sebanyak 646 peserta. Mereka berasal dari kalangan Sabha Pandhita, Sabha Walaka, pengurus PHDI pusat dan daerah, serta organisasi-organisasi bernafaskan Hindu.
Mahasaba XI PHDI digelar sejak 21 Oktober dan berakhir Senin (24/10/2016).
Minggu, tiga komisi dibentuk. Komisi A khusus membahas program umum, Komisi B membahas ihwal keorganisasian dan Komisi C membahas tentang rekomendasi.
Sesuai dengan masukan-masukan yang sebelumnya disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan Mahasabha XI, ada empat poin pembahasan.
Pertama, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PHDI sebagai konstitusi organisasi ditata ulang agar dapat dipakai dalan jangka panjang.
Kedua, organisasi PHDI diarahkan menjadi organisasi modern yang berbasis dan berorientasi pada program.
Ketiga, mengenai program umum organisasi yang diselaraskan dengan strategi Empat Pilar Grand Design PHDI yang menjadi amanat Mahasabha X tahun 2011 silam.
Keempat, tata tertib dibuat lebih sederhana berlandaskan pada AD/ART PHDI.
Sementara itu, Ketua Dharma Adyaksa PHDI Pusat, Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa, Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat, Ir Putu Wirata Dwikora dan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma sudah berstatus demesioner sejak kemarin.
Hingga hari terakhir Mahasabha XI, Senin (24/10/2016) dini hari di Hotel Utami, Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya terpilih kepengurusan inti PHDI Pusat untuk masa bakti 2016-2021.
Kepengurusan inti PHDI Pusat 2016-2021 antara lain, Dharma Adhyaksa, Ida Pandita Gede Nabe Bang Buruan.
Ketua Sabha Walaka, I Nengah Dana dengan informasi sementara yang beredar memperoleh 242 suara dari 299 pemilih.
Sedangkan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI terpilih adalah Wisnu Bawa Tenaya, dengan memperoleh 175 suara dari 299 pemilih.[bbn/bbk/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026