Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 2 Mei 2026
Amor Ring Acintya I Nyoman Durpa
Rabu, 16 November 2016,
07:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Dunia seni di Bali khususnya seniman Bondres kembali berduka, menyusul meninggalnya I Nyoman Durpa (59), pendiri sekaligus pengelola Sanggar Dwi Mekar yang didirikan pada tahun 1991.
Pria yang lahir dari keluarga sederhana asal Dusun Satra, Desa Satera, Kintamani ini dan pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bangli berpasangan dengan Ida Bagus Agung Ketut Ludra dalam Pibub Bangli tahun 2010, meninggal akibat penyakit komplikasi yang dideritanya, Selasa (15/11/2016).
Menurut penuturan keluarga almarhum di rumah duka, penyebab berpulangnya I Nyoman Durpa akibat penyakit komplikasi diabetes dan tekanan darah tinggi yang dideritanya sejak 5 tahun silam. Selanjutnya, pada hari Senin(14/11) sekitar jam 10.00 wita. Kondisi pemeran Penasar dalam Bondres tersebut, semakin drop sehingga dilarikan ke RSU Kerta Usada Singaraja. Namun jiwanya tidak bisa ditolong dan pada Selasa (15/11) sekitar pukul 06.00 wita, almarhum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Rencananya, jenazah almarhum baru akan dibawa ke rumah duka setelah penyineban terkait piodalan di Pura Puseh dan Balai Agung sampai pukul 13.00 wita ini.
“Sore ini rencananya jenazah akan dibawa pulang,” ungkap Ni Wayan Sita dan I Ketut Kartika, saudara kandung almarhum. Sementara untuk prosesi upacara ngaben, masih akan dirundingkan.
Lebih lanjut disampaikann, keluarga besar benar-benar kehilangan sosok panutan. Sebab, semasa hidup almarhum dikenal sosok yang bersahaja dan lucu serta sering memberikan wejangan tentang adat, budaya dan agama. Meski almarhum tinggal di Singaraja, namun tetap aktif di Desa Pakraman Satra termasuk ikut membangun Pura Dadia Pande yang tempatnya bersebelahan dengan rumahnya.
Dilansir suara dewata, almarhum terjun ke dunia seni bondres berawal dari keinginannya untuk melestarikan seni warisan leluhur. Karena itu, almarhum semasa hidupnya tidak segan-segan berguru kepada seniman tua dan pernah mengenyam pendidikan ke ASTI yang kini berubah menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dengan menyandang gelar sarjana muda.
Kepergian almarhum untuk selama-lamanya ini, tak pelak tidak hanya keluarga yang berduka. Melainkan seluruh seniman di Bali turut berduka. Almarhum meninggalkan seoarang istri bernama Kadek Mas Swandewi dan seorang putra bernama Gede Pande Satria Kesumayuda (27) yang akrab dipanggil Olit yang juga sebagai Pengajar dan Penggarap tabuh di Sanggar Dwi Mekar. Amor Ring Acintya, semoga amal dan baktinya diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa.[bbn/sdc/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 198 Kali
02
03
04
05
Polisi Bongkar 14 Kasus Narkoba di Badung, 15 Tersangka Ditangkap
Dibaca: 124 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026