Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 9 Oktober 2026
Membaca Prasasti Abad ke 11 di Desa Bengkala
Rabu, 23 November 2016,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Bengkala. Desa Bengkala di Kecamatan Kubutambahan sepertinya menjadi salah satu pusat peninggalan sejarah masa lampau di Bali Utara dengan ditemukan sejumlah artefak sejarah di desa tersebut.
Kubutambahan, Penemuan sejumlah artefak yang sebagian besar diantaranya berupa prasasti dari abad ke-12 atau tahun 1100-an masehi menjadikan Desa Bengkala di Kecamatan Kubutambahan sebagai salah satu pusat peninggalan sejarah masa lalu, seperti Prasasti Bengkala yang diterjemahkan pada tahun 2003 dan prasasti batu yang hingga kini masih ada di tebing Tukad Daya di sekitar Tibuan Lantang, Desa Bengkala.
Sejumlah peninggalan sejarah itu dipamerkan Selasa (22/11/2016) di Balai Masyarakat Desa Bengkala melalui program Rumah Peradaban, dimana masyarakat tidak hanya diajak memahami sejarah dan peninggalan sejarah di Desa Bengkala, namun juga diajak melihat dari dekat sejumlah peninggalan sejarah yang dipajang.
“Kami sudah berkoordinasi kepada Balai Arkeologi Denpasar, agar dibuatkan duplikat. Hari ini kami terima beberapa duplikatnya. Keberadaan duplikat dan naskah saduran ini membantu kami memahami sejarah desa kami,” ungkap Kepala Desa Bengkala, I Made Arpana, dilansir klik singaraja.
Walaupun telah banyak ditemukan peninggalan sejarah di Desa Bengkala, namun Desa Bengkala sendiri belum memiliki lokasi representative menyimpan benda-benda bersejarah tersebut, saat ini benda-benda itu disimpan di rumah Kelian Desa Pakraman Bengkala.
Kepala Balai Arkeologi Denpasar, I Gusti Made Suarbhawa mengatakan, peninggalan sejarah di Desa Bengkala, selama ini menjadi sumber budaya, tradisi, sekaligus potensi peninggalan budaya yang dimuliakan, diantaranya berupa Prasasti Bengkala kemudian dibuatkan Pura Peninjoan di Desa Bengkala.
“Prasasti itu sebenarnya ditemukan tahun 1971 dan baru tuntas dibaca pada tahun 2013. Dalam prasasti diceritakan bahwa masyarakat Bengkala mengajukan protes terhadap perilaku pejabat-pejabat kerajaan yang dianggap kurang adil. Prasasti itu pun diterbitkan untuk menyelesaikan masalah yang disampaikan perwakilan masyarakat. Prasasti ini dikeluarkan pada tahun saka 1103 atau tepatnya 22 Juli 1181 masehi, pada masa pemerintahan Rasa Jayapangus. Prasasti itu ditulis dengan aksara Jawa Kuno, bahasa Jawa Kuno,” papar Suarbhawa.
Peninggalan sejarah berupa Prasasti Bengkala, sepertinya membuka jati diri masyarakat setempat yang dimaknai dan dihormati setahun sekali dengan membuka dan membaca kembali, setiap tanggal 22 Juli dan Tanggal tersebut juga dijadikan sebagai hari jadi Desa Bengkala.[bbn/ksc/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1573 Kali
02
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1371 Kali
03
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1322 Kali
04
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 803 Kali
05
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 742 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026