Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
ARFC 2016 digelar di Bali
Kamis, 24 November 2016,
06:41 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com - Gianyar. The Fourth Asian Forum on The Rights of The Child 2016 (ARFC 2016) merupakan agenda rutin setiap dua tahun yang dilaksanakan sebagai wadah untuk bertukar informasi, prestasi dan membahas permasalahan dan upaya-upaya untuk pemenuhan hak-hak anak di Asia. ARFC 2016 digelar di Bali Safari Marine Park, Gianyar, Rabu (23/11). Diikuti oleh delegasi dari negara – negara lain, diantaranya Jepang, Korea Selatan, Cambodia, Philiphines, Mongolia, Nepal, India. Peserta konfederasi terdiri dari wakil pemerintahan, universitas, dunia usaha, dam lembaga masyarakat yang bergerak di bidang anak.
Ketua Konferensi ARFC 2016 Lenny Rosalin mengatakan, ARFC 2016 adalah lanjutan dari tiga forum, yang sebelumnya telah berlangsung di Seoul (2009), Tokyo (2011), dan Ulaanbaatar (2014). Bertujuan untuk menjamin hak – hak anak, menyampaikan prestasi dari negara Asia dalam upaya perlindungan anak di tingkat nasional dan regional, mengidentifikasi tantangan yang muncul, dan mencari peluang kerjasama lebih lanjut.
"Substansinya focus kepada Kota Layak Anak (KLA). Selama forum berlangsung, panel akan mengeksplorasikan secara mendalam pendekatan dan praktek terbaik untuk membangun pemenuhan hak di tingkat Asia. Di penghujung panel, selanjutnya kami akan membuat rekomendasi resmi dalam bentuk Deklarasi,"ungkap Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI tersebut.
Menteri PPPA Ri Yohana Yembise mengatakan, Indonesia sebagai anggota PBB telah ikut meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) pada tahun 1990, untuk memastikan komitmen Indonesia dalam implementasi dan wujud nyata pemenuhan dan perlindungan hak anak.
"Indonesia juga berkomitmen mendukung gerakan global “World Fit for Children. Kredit khusus saya berikan untuk komitmen Gianyar yang sangat baik progresnya dalam upaya menuju KLA. Saya harap forum ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang pertunjukkan oleh delegasi dunia, bahwa Gianyar memang sangat layak menyandang predikat tersebut” melalui pembangunan KLA," tegasnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Gianyar Made Wisnu Wijaya, mewakili Bupati Gianyar mengatakan, selain memang berkomitmen kuat untuk mewujudkan KLA, masyarakat di Bali, khususnya Kabupaten Gianyar yang memang mayoritas beragama Hindu senantiasa menjaga nilai tradisi dan budaya, bahwa anak adalah harta yang paling berharga dalam keluarga. Maka dari itu, sang anak sejak lahir hingga tumbuh dan menikah selalu diupacarai sebagai tanda penghormatan.
“Serangkaian upacara tersebut adalah bentuk penghargaan tertinggi atas lahirnya sang anak, dan diharapkan anak tersebut tumbuh menjadi pribadi yang taat dan berbakti terhadap kehidupan. Di mana nantinya generasi inilah yang mengemban tanggung jawab melanjutkan cita-cita bangsa ini," jelasnya.[ari/wrt]
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8352 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5769 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3613 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2442 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026