Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Telah Beredar! MiBabi karya Semeton Bali
Minggu, 27 November 2016,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com - Denpasar. Lima tahun lamanya berinovasi, akhirnya pada Maret 2016 kemarin, tiga semeton Bali ini mampu menghadirkan mie babi, mie khasnya orang Bali.
"Saya memang penyuka kuliner dan sering keliling mencari mie," jelas Dewa Adi (25) ketika dihubungi oleh Beritabali.com
Ia mengaku, bahwa penyuka babi yang sebanyak 40 juta jiwa di Indonesia harus diwadahi dengan makanan khas babi yang bisa dinikmati dengan mudah. Salah satunya, lewat kehadiran mie babi ini.
Setelah lama melakukan riset, tepatnya sejak tahun 2011, ketiga founder yakni I Dewa Gd Oka Purnama Cahyadi (25), I Made Indra Premana (23), dan Vincent K (32), akhirnya mampu menghadirkan mie dengan tagline Mie Babi Asli Bali, Mibabi Bali, dikalangan penyuka babi.
Dewa Adi membeberkan mienya ini berbeda dengan mie instan pada umumnya. Jenis mie babi yang Ia hadirkan merupakan mie kering dengan bumbu organik. Artinya, bumbu masih harus dimasak sebelum disantap. Tidak seperti mie instan pada umumnya yang hanya memasak mie tanpa mengikutserkan pemasakan bumbu.
Walau mie ini tergolong berbeda dengan mie instan lainnya, namun Dewa Adi memastikan inovasi mienya ini mampu bertahan lama.
"Mie kami mampu bertahan selama enam bulan," imbuhnya.
Sementara itu, mengenai pemasaran, hingga saat ini, Dewa Adi mengatakan masih dilakukan dengan bantuan internet. Dewa Adi, selaku founder, tidak menampik keunggulan internet dibanding dengan media lainnya. Baginya, media sosial jelas lebih aman penggunannnya.
Walaupun demikian, Ia juga menambahkan kini inovasi mienya ini juga akan segera masuk toko.
"Kami biasanya juga dihubungi agen-agen tertentu yang ingin memasarkan produk kami. Namun, segera, mie kami juga akan masuk toko," imbuhnya lagi.
Dikarenakan pemasaran yang menggunakan internet, kini mie babi berhasil mengembara ke beberapa wilayah Indonesia. Dewa Adi juga mengurutkan wilayah-wilayah Indonesia dengan permintaan akan mie babi terbesar hingga terkecil, yakni secara berturut-turut dimulai dari Bali kemudian Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Yogyakarta.
Antusiasme masyarakat jelas besar terhadap mie ini. Terbukti lewat kendala yang didapati Dewa Adi ketika awal-awal pemasaran dilakukan, yakni supply yang tidak sesuai dengan demand. Ia mengakui, permintaan pasar saat itu sangatlah tinggi, namun sayang dirinya belum mampu memenuhi permintaan tersebut sesuai dengan jumlahnya.
"Awalnya kami memiliki kendala pada masalah supply, namun hal tersebut kini dapat kami atasi," jelasnya lagi.
Semenjak perilisannya di bulan Maret lalu, hingga kini, Dewa Adi mengakui omzet penjualannya sudah mencapai 216 juta rupiah. [wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026