Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gagal Bisnis Valas Ratusan Juta, Made Polos Gantung Diri

Minggu, 18 Desember 2016, 08:26 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Kuta. Diduga akibat gagal bisnis valas, seorang pria bernama I Made Polos, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
 
Berdasar informasi yang didapat di lapangan, korban umur 43 tahun yang berprofesi sebagai security ditemukan tewas tergantung pada Sabtu 17 Desember 2016, pukul 20.00 wita. Korban ditemukan gantung diri di area kantor pembantu Bank Maya Pada, Jalan Mertanadi Block F, Ruko Sunset Jaya, Linkungan Abian Base Kuta Badung.
 
Korban asal Bunutin Kintamani, Bangli ini saat pertama kali ditemukan tergantung tali tambang plastik warna biru dengan panjang dari simpul sampai ikatan leher sekitar 1,20 meter. Korban masih memakai celana kain warna biru Security, baju kaos warna biru, memakai jaket parasut warna hitam, dan sepatu PDH warna warna hitam. Korban ditemukan telah tewas dengan lidah menjulur.
 
Saksi I Made Ada, yang merupakan security Bank Maya Pada, menjelaskan, ia diminta untuk datang ke kantor oleh rekan kerjanya. Setelah tiba di kantor ia melihat sedang berusaha membuka paksa pintu dengan menggunakan Obeng dan Tang. Setelah berhasil membuka pintu, mereka melihat korban Made Polos dalam posisi tergantung di tembok belakang ruang Genzet. 
 
Saksi lainnya yang merupakan karyawan Bank Maya Pada, Tri Pena, menjelaskan bahwa sebelumnya korban pernah curhat kepadanya terkait permasalahan keuangan. Korban sebelumnya pernah ikut bisnis investasi Valas sebesar 750.000.000. 
 
Namun sekitar tiga bulan terakhir korban tidak mendapat pembayaran dari hasil investasi tersebut mengingat uang yang diinvestasikan dari hasil pinjaman Bank dengan jaminan 4 buah sertifikat tanah. 
 
"Pihak Bank Debitur selalu menagih pembayaran kepada korban, bahkan korban sekitar tiga hari sebelumnya korban sempat menyampaikan kepada saksi akan menjual kos-kosannya yang di Suwung Batan Kendal untuk pelunasan utang di Bank,"jelas saksi.
 
Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar Jenazah RSUP Sanglah menggunakan mobil Ambulance PMI untuk dilakukan Otopsi.[bbn/rls/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami