Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Obama dan Michele Dihina Wakil Tim Sukses Trump
Sabtu, 24 Desember 2016,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Albany. Carl Paladino, Wakil Tim Sukses Donald Trump mengakui bahwa Ia berharap Presiden Obama mati terkena penyakit 'sapi gila' dan Michelle Obama berubah lagi menjadi lelaki.
Associated Press mengabarkan, pengakuan Carl Paladino disampaikan, atas pernyataan yang diucapkan kepada sebuah harian alternatif, Artvoice, Jumat (23/12).
Saat ditanya, apa yang diharapkan di tahun 2017, Paladino, pengusaha properti AS itu menjelaskan, "Obama mati kena sapi gila karena punya hubungan dengan sapi. Dia harus dikubur di sebuah padang rumput,'' katanya.
BACA JUGA:
Lalu siapa yang tak mau dia lihat lagi tahun 2017? Jawabnya, Michelle Obama.
''Saya berharap dia kembali menjadi lelaki dan terdampar di Zimbabwe, tempatnya yang nyaman hidup di gua bersama gorila, Maxie,'' tulisnya.
Dalam jawabannya lewat surat elektronik, Carl Paladino, menyatakan pernyataannya itu tidak berhubungan dengan masalah rasial. Tapi hal itu sebagai cerminan dari opininya atas hasil kerja presiden selama ini.
"Selamat Hari Natal dan Sukses deh, buat mereka yang tidak suka dengan jawaban saya," tulisnya.
Carl Paladino yang menjadi dewan sekolah di Kota Buffalo, New York itu, juga pernah menyebut Obama bukan beragama Kristen.
"Tak diragukan lagi dia orang Muslim," kata Paladino kepada harian New Yorker Observer.
Pada tahun 2010 Paladino pernah menyebut Obama sebagai 'mucikari', sehingga banyak pihak yang mengkritiknya.
BACA JUGA:
Saat ditanya tanggapannya, juru bicara kubu Trump yang pernah bertemu dengan Carl Paladino, tidak memberi tanggapan atau reaksi. Namun Gubernur New York, Andrew Cuomo menyebut Paladino, musuh politiknya itu "Rasialis, Buruk dan patut dihukum," katanya.
Sejauh ini Gedung Putih belum memberi komentar apapun. Di AS, penghinaan terhadap kepala negara, masih dapat ditoleransi. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026