Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Hadapi Persoalan Permodalan, Petani Dapat Manfaatkan Jamkrida Bali Mandara
Selasa, 10 Januari 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sektor permodalan sepertinya masih menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi para petani padi khususnya ketika panen raya tiba.
Pasalnya, dengan hasil panen melimpah para petani terpaksa menjual gabah hasil sawah mereka kepada para tengkulak untuk mendapatkan modal secepatnya. Hal ini berakibat pada rendahnya harga gabah dan terkadang mengakibatkan kerugian bagi para petani.
Menyikapi permasalahan tersebut, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta meminta para petani untuk memanfaatkan penjaminan kredit daerah yang dikelola oleh PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara untuk mendapatkan penjaminan peminjaman modal.Lebih jauh Wagub Sudikerta menyampaikan, dengan adanya modal maka para petani diharapkan tidak terburu-buru menjual hasil pertaniannya kepada tengkulak sehingga harga gabah tetap stabil dan tidak meyebabkan kerugian bagi para petani.
Dengan demikian kedepannya sektor pertanian akan menjadi sektor yang menjanjikan selain sektor pariwisata dan akan dapat menarik minat para generasi muda untuk bertani ."Sektor pertanian saat ini masih kalah dengan sektor pariwsata, para generasi muda masih lebih tertarik terjun ke dunia pariwisata ketimpang jadi petani. Untuk itu kedepannya akan difokuskan pada peningkatan sektor pertanian, sehingga kita bisa berdaulat pangan dan pertanian menjandi sektor penting dalam pergerakan perekonomian Bali," jelasnya saat menerima audensi dari Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pengusaha penggilingan Padi dan Beras Indonesia (DPD PERPADI) Provinsi Bali di ruang kerjanya, Senin (9/1).
Sudikerta juga menambahkan selain berkenaan dengan sektor permodalan, pertanian juga masih menghadapi beberapa permasalahan lainnya seperti ketersediaan lahan pertanian yang semakin berkurang, penggunaan teknologi yang masih terbatas, sarana prasarana dan infrastuktur yang belum memadai serta pendistribusian dari hasil pertanian khususnya ketika panen raya yang perlu mendapat perhatian.Sudikerta pun meminta agar dilakukan berbagai langkah peningkatkan sektor pertanian diantaranya dengan menyediakan infrastuktur seperti perbaikan waduk serta saluran irigasi sehingga ketersediaan air terutama di musim kemarau akan terjamin serta penyediaan alat pertanian yang berbasiis teknologi seperti traktor, alat pemotong padi serta penggilingan padi.
Tidak hanya itu, dari hasil riset yang telah dilakukan oleh para peneliti dalam upaya meningkatkan hasil dan kualitas produksi pertanian juga perlu diterapkan. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum DPD Perpadi Provinsi Bali AA Made Sukawetan, S.Sos menyampaikan bahwa organisasi yang Ia pimpin menaungi sekitar 700 tempat penggilingan padi namun hanya baru 110 usaha penggilingan yang mendapat bantuan penguatan modal dari Lembaga Usaha Ekonomi pedesaan (LUEP).
Maka dari itu, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Wagub dengan melakukan sinergi dengan pihak Jamkrida Bali Mandara guna mendapatkan penguatan modal.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026