Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Vertigo Tak Kunjung Sembuh, Muliasa Pilih Gantung Diri

Rabu, 1 Februari 2017, 05:15 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

BeritaBali.com, Tabanan. I Made Muliasa (58) warga Banjar Dinas Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Selasa (31 Januari 2017). Diduga korban nekat gantung diri dikandang ayam belakang rumahnya karena penyakit vertigo (sakit kepala) yang dialaminya sejak tiga tahun tak sembuh sembuh.
 
[pilihan-redaksi]
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan,  sekitar pukul 13.00 Wita korban berdiri di halaman rumahnya. Saat itu menantu korban I Putu Ari Gunawan (42) pergi menjemput anaknya ke sekolah. Sedangkan istri korban Ni Made Sudarti (55) pergi mencari sesajen. 
 
Sebelum istrinya berangkat pergi membeli sesajen sempat berpesan kepada korban untuk tidak pergi kemana mana dan tetap tinggal di rumah. Tak berselang lama menantu korban I Putu Ari Gunawan datang dari menjemput anaknya langsung istirahat tidur siang.  
 
Ketika istri korban datang dari mencari sesajen, menanyakan keberadaan korban karena korban tidak ada di rumah.  Istri korban bergegas mencari korban di sekitar rumah termasuk ke kandang ayam yang  berada di timur rumah dan berjarak sekitar 10 meter dari rumah korban. Tak pelak istri korban berteriak histeris ketika menyaksikan korban telah terbujur kaku tergantung pada kandang ayam. 
 
Saat itu kondisi korban tergantung menggunakan tali plastik berwarna biru yang diikat pada plafon kandang ayam dengan simpul mati, sedangkan tubuh korban mulai kaku dengan keadaan kedua lutut kaki sedikit menekuk dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. 
 
“Sang istri langsung berteriak histeris hingga sang menantu bangun dan menghampiri mertuanya lalu menurunkan korban dari ikatan tetapi korban suda tidak bernyawan,” jelas  sumber informasi di lokasi.
 
Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Gede Surya Kusuma membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan hanya ada memar bekas jeratan di leher korban. 
 
[pilihan-redaksi2]
“Dan ditemukan adanya air mani pada kemaluan korban,” ujarnya.
 
Dirinya menambahkan jika menurut keluarga korban diketahui bahwa korban selama tiga tahun belakangan ini menderita penyakit vertigo akut dan tidak berani melihat orang banyak. 
 
“Sementara diduga korban tidak kuat dengan penyakitnya,” tandasnya. [bbn/nod/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami