Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Lebih dari 100 Anak di India Tewas Usai Makan Leci
Sabtu, 4 Februari 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lebih dari 100 anak meninggal duni dalam setahun di India Utara karena penyakit misterius. Para ilmuwan India dan Amerika Serikat mengatakan penyakit misterius itu disebabkan karena memakan buah leci dalam keadaan perut kosong.
Selama lebih dari dua dasawarsa, anak-anak yang tampak sehat di wilayah Bihar berubah menderita kejang-kejang mendadak dan kehilangan kesadaran.
[pilihan-redaksi]
Hampir setengahnya dari 100 anak meninggal dan hal ini membingungkan para dokter. Dalam penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet, terungkap bahwa anak-anak itu terkena racun buah leci.
Sebagian besar korban merupakan anak-anak dari keluarga miskin di wilayah penghasil utama buah leci di India, mereka memakan buah yang telah jatuh ke tanah di kebun, sebut jurnal tersebut.
Buah-buah leci itu mengandung racun yang menghambat kemampuan tubuh untuk memproduksi glukosa, yang mempengaruhi anak-anak yang memiliki kadar gula darah sudah rendah karena mereka tidak makan malam.
Mereka terbangun berteriak di malam hari sebelum kemudian menderita kejang dan kehilangan kesadaran karena mereka menderita pembengkakan otak akut.
Para peneliti kemudian memeriksa anak-anak yang sakit yang dirawat di rumah sakit di Muzaffarpur antara bulan Mei dan Juli 2014, mereka menemukan kaitan ke wabah penyakit yang menyebabkan pembengkakan otak dan kejang pada anak-anak di Karibia.
Wabah tersebut disebabkan oleh buah ackee, yang mengandung hypoglycin, toksin yang mencegah tubuh untuk menghasilkan glukosa. Dalam berbagai uji coba ditemukan bahwa buah leci juga mengandung racun hypoglycin.
[pilihan-redaksi2]
Temuan ini membuat para petugas kesehatan memberitahu para orang tua untuk memastikan anak-anaknya menyantap makan malam dan membatasi jumlah buah leci yang mereka makan.
Anak-anak yang menderita gejala-gejala yang terkait dengan wabah tersebut harus cepat dirawat karena hipoglikemia, atau gula darah rendah, kata para pejabat kesehatan, demikian BBC melaporkan.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2314 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026