Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 13 September 2026
Lebih dari 100 Anak di India Tewas Usai Makan Leci
Sabtu, 4 Februari 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lebih dari 100 anak meninggal duni dalam setahun di India Utara karena penyakit misterius. Para ilmuwan India dan Amerika Serikat mengatakan penyakit misterius itu disebabkan karena memakan buah leci dalam keadaan perut kosong.
Selama lebih dari dua dasawarsa, anak-anak yang tampak sehat di wilayah Bihar berubah menderita kejang-kejang mendadak dan kehilangan kesadaran.
[pilihan-redaksi]
Hampir setengahnya dari 100 anak meninggal dan hal ini membingungkan para dokter. Dalam penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet, terungkap bahwa anak-anak itu terkena racun buah leci.
Sebagian besar korban merupakan anak-anak dari keluarga miskin di wilayah penghasil utama buah leci di India, mereka memakan buah yang telah jatuh ke tanah di kebun, sebut jurnal tersebut.
Buah-buah leci itu mengandung racun yang menghambat kemampuan tubuh untuk memproduksi glukosa, yang mempengaruhi anak-anak yang memiliki kadar gula darah sudah rendah karena mereka tidak makan malam.
Mereka terbangun berteriak di malam hari sebelum kemudian menderita kejang dan kehilangan kesadaran karena mereka menderita pembengkakan otak akut.
Para peneliti kemudian memeriksa anak-anak yang sakit yang dirawat di rumah sakit di Muzaffarpur antara bulan Mei dan Juli 2014, mereka menemukan kaitan ke wabah penyakit yang menyebabkan pembengkakan otak dan kejang pada anak-anak di Karibia.
Wabah tersebut disebabkan oleh buah ackee, yang mengandung hypoglycin, toksin yang mencegah tubuh untuk menghasilkan glukosa. Dalam berbagai uji coba ditemukan bahwa buah leci juga mengandung racun hypoglycin.
[pilihan-redaksi2]
Temuan ini membuat para petugas kesehatan memberitahu para orang tua untuk memastikan anak-anaknya menyantap makan malam dan membatasi jumlah buah leci yang mereka makan.
Anak-anak yang menderita gejala-gejala yang terkait dengan wabah tersebut harus cepat dirawat karena hipoglikemia, atau gula darah rendah, kata para pejabat kesehatan, demikian BBC melaporkan.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3366 Kali
02
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1490 Kali
03
04
05
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026