Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Ormas Bali Bersatu Turun ke Jalan Tolak FPI
Senin, 6 Februari 2017,
21:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ribuan massa dari berbagai ormas dan elemen masyarakat Bali, hari ini, Senin (6/2/2017) bersatu turun ke jalan di kawasan Renon Denpasar. Dalam aksinya, mereka menyuarakan aspirasi untuk menjaga keutuhan NKRI dan menolak segala bentuk organisasi massa radikal yang merusak tatanan Kebhinekaan Indonesia.
Aksi massa ini difokuskan di lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar, Bali. Adapun elemen masyarakat Bali yang beraksi kali ini diantaranya Ormas besar di Bali yakni Laskar Bali, Pemuda Bali Bersatu dan Baladika Bali. Selain itu, elemen masyarakat lainnya diantaranya Sandhi Murti, Pecalang Seluruh Bali, Patriot Garuda Nusantara, Persekutuan Gereja Dan Lembaga Injil Indonesia, Persaudaran Hindu Muslim Bali, Forum Komunikasi Paguyuban Entis Nusantara, Gerakan Pemuda Ansor Denpasar, Ikatakan Keluarga Minahasa, dan organisasi masyarakat lainnya.
[pilihan-redaksi]
Sebelum dimulainya orasi, berbagai elemen masyarakat diperjalanan jalan menuju lapangan Renon massa mulai meneriakan yel yel NKRI harga mati dan menuntut bubarkan ormas Frot Pembela Islam (FPI) yang dituding memecah belah persatuan dan kebinekaan.
"NKRI harga mati. Bubarkan FPI demi NKRI," teriak sejumlah massa.
Ribuan massa yang datang sebagian besar mengenakan pakaian adat Bali ini menuntut ketegasan pemerintah. Massa mendesak pemerintah sigap dan tegas dalam membubarkan ormas yang mengacaukan keaamanan dan menyentuh rasa keragaman di tanah air.
"Jangan biarkan ada yang mengacaukan rasa persaudaraan dan keragaman antar ras dan suku agama yang ada di negeri ini. Jika itu terjadi dan ada yakni bubarkan dan adili," teriak salah satu perwakilan massa yang berorasi di Renon Denpasar.
Selain ingin membubarkan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) yang dianggap pemecah belah bangsa, ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat Bali ini juga menyuarakan untuk membubarkan organisasi masyarakat Hisbutahrir (HTI), dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).
Selain berorasi secara bergantian, aksi damai dengan jalan kaki ini juga berisi memutari Lapangan Niti Mandala Renon, yang diiringi dengan bale ganjur dan angklung.
Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal, Nuril Arifin Husen dan Pinisepuh Sandi Murti, I Gusti Ngurah Harta yang juga koordinator aksi mengajak ribuan massa untuk bersama sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bahkan, beberapa peserta orasi sambil bersimpuh mencium ibu Pertiwi.
"Bubarkan FPI, HTI dan MMI. Itu ormas yang intoleran," kata Ngurah Harta dihadapan ribuan massa.
Budayawan yang akrab disapa Turah itu menghimbau anak-anak bangsa agar mulai menyadari ancaman, tantangan, ganguan, dan hambatan baik yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri agar segera diantisiapasi dan saat ini adalah perang suci melawan FPI yang akan mengantikan UUD dan Pancasila.
"Negara yang mengutamakan hukum dan bernegara kalau ada suatu organisasi yang liar dan tidak taat kepada Undang-Undang Dasar 45 dan undang-undang dibawahnya maka harus dibubarkan," tegasnya.
Ribuan massa menyerukan jika pemerintah Indonesia tidak bisa membubarkan organisasi masyarakat berarti pemerintah membiarkan rakyat untuk melakukan tindakan-tindakan sendiri kembali ke hukum rimba.
"Bangsa ini siap melawan. Tidak peduli siapa dia jika ingin mengacaukan keragaman dan keutuhan NKRI," tandas sesepuh Sandi Murti Bali tersebut.
Ketua Harian Pemuda Bali Bersatu, Made Muliawan Arya menyatakan bahwa semua elemen masyarakat Bali yang datang murni berdasarkan dari hati nurani dan rasa persaudaraan.
"Kami hadir berdasarkan hati nurani, aksi ini merupakan aksi damai dimana dihadiri oleh seluruh tokoh umat beragama serta ormas besar di Bali," ucap pria yang akrab disapa De Gajah.
[pilihan-redaksi2]
"Kami juga ingin menunjukan ke masyarakat indonesia bahwa kami di Bali bersatu dan damai. Jika ada yang ada mengusik kedamaian kami, maka mereka akan berhadapan dengan kami semua yang hadir di Lapangan Renon ini," imbuhnya.
Menurut pria yang juga Wakil Ketua DPRD Denpasar ini, selama ini masyarakat hanya tahu jika sesama ormas di Bali saling bertikai. Tetapi hari ini, kata De Gajah, ketiga ormas besar di Bali dan berbagai elemen masyarakat lainnya bersatu menjaga Bali dan menjadi garda terdepan untuk Bali jika ada yang ingin merusak kedamaian di Bali.
"Jangan coba usik NKRI apalagi Bali," tegasnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 750 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 679 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 498 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 474 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026