Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 14 Juni 2026
Jelajahi "Kampung Bojog" Monkey Forest Ubud
Rabu, 8 Februari 2017,
18:41 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Musim liburan beberapa obyek wisata di Bali ramai dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah obyek wisata Monkey Forest, Ubud Gianyar Bali. Di obyek wisata ini pengunjung bisa melihat ratusan ekor 'bojog' atau kera abu yang hidup dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok punya pemimpin seperti halnya manusia.
Obyek wisata Wanara Wana atau Ubud Monkey Forest ini terletak di Desa Padang Tegal, Kelurahan Ubud. Obyek wisata ini berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Denpasar.
Untuk bisa masuk ke obyek wisata seluas 12 hektar ini, setiap pengunjung dewasa dikenai tiket masuk sebesar Rp 20 ribu dan separuh harga untuk anak-anak.
[pilihan-redaksi]
Di pintu masuk, pengunjung bisa membeli pisang untuk diberikan kepada ratusan ekor kera yang ada di dalam hutan.
Memasuki kawasan wisata Monkey Forest atau Hutan Kera Ubud, pengunjung atau wisatawan akan disuguhi pemandangan hutan yang rimbun dan masih alami. Sebuah sungai yang mengalir melewati hutan menambah daya tarik obyek wisata ini.
Perhatian pengunjung tentu juga pada aneka tingkah polah lucu sekitar 600 ekor kera abu yang menjadi penghuni hutan wisata ini. Ratusan kera abu di hutan ini terbagi dalam lima kelompok besar yang memiliki batas wilayah tempat tinggal dan punya pemimpin yang berbeda-beda.
Penasaran seperti apa? Tonton videonya!
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
02
03
04
05
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1005 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026