Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Pemprov Bali Gelar Gerakan Makan Daging Babi
Rabu, 22 Maret 2017,
21:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pemerintah Provinsi Bali menggelar kegiatan bertajuk "Gerakan Makan Daging Babi" untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dalam mengonsumsi daging babi, setelah merebaknya kasus Meningitis Streptococcus Suis (MSS) atau Meningitis Babi.
"Kami ingin mengungkapkan secara bersama-sama, ayo ini buktinya, kita makan babi guling secara bersama-sama, dan tidak apa-apa," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra, di sela-sela kegiatan tersebut di Halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu(22/3).
Gerakan Makan Daging Babi itu dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Bali. Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Bali, ratusan pegawai, dan masyarakat umum tampak berbaur bersama menyantap menu babi guling yang merupakan kuliner tradisional khas Bali itu. Dalam kesempatan itu, babi guling yang disiapkan ada empat ekor, yang merupakan sumbangan dari peternak babi dan juga asosiasi pedagang babi guling di Denpasar.
Menurut Sumantra, dampak dari pemberitaan kasus MSS atau Meningitis Babi pada beberapa waktu terakhir memang telah menyebabkan keresahan di kalangan peternak babi dan juga pedagang babi guling, karena terjadi penurunan permintaan dari masyarakat.
"Ini tentu saja menyebabkan perekonomian menjadi lesu, apalagi menjelang Hari Raya Galungan, yang biasanya permintaan meningkat," ucapnya.
Dia berpandangan, masyarakat menjadi ketakutan secara berlebihan untuk mengonsumsi daging babi, akibat pemberitaan kasus MSS, padahal sebetulnya tidak perlu takut secara berlebihan, asalkan sudah dimasak dengan benar-benar matang, karena bakterinya akan mati dalam suhu tinggi.
"Pasti aman, asal dimasak sampai matang betul, tidak pakai babi yang sakit, dan dilakukan pada tempat pemotongan yang benar," ujar Sumantra.
Pihaknya sangat berharap setelah adanya kegiatan tersebut dapat mengembalikan "image" (citra) daging babi dan masyarakat tidak lagi ketakutan berlebihan untuk mengonsumsi daging babi.
Kasus MSS dalam beberapa pekan terakhir menjadi topik pemberitaan hangat di sejumlah media di Bali. Puluhan warga yang terduga (suspect) MSS ditemukan di sejumlah kabupaten, seperti di Kabupaten Badung, Tabanan, dan Jembrana, bahkan tiga diantaranya dinyatakan positif MSS.[bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026