Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pemprov Bali Gelar Gerakan Makan Daging Babi
Rabu, 22 Maret 2017,
21:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pemerintah Provinsi Bali menggelar kegiatan bertajuk "Gerakan Makan Daging Babi" untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dalam mengonsumsi daging babi, setelah merebaknya kasus Meningitis Streptococcus Suis (MSS) atau Meningitis Babi.
"Kami ingin mengungkapkan secara bersama-sama, ayo ini buktinya, kita makan babi guling secara bersama-sama, dan tidak apa-apa," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra, di sela-sela kegiatan tersebut di Halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu(22/3).
Gerakan Makan Daging Babi itu dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Bali. Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Bali, ratusan pegawai, dan masyarakat umum tampak berbaur bersama menyantap menu babi guling yang merupakan kuliner tradisional khas Bali itu. Dalam kesempatan itu, babi guling yang disiapkan ada empat ekor, yang merupakan sumbangan dari peternak babi dan juga asosiasi pedagang babi guling di Denpasar.
Menurut Sumantra, dampak dari pemberitaan kasus MSS atau Meningitis Babi pada beberapa waktu terakhir memang telah menyebabkan keresahan di kalangan peternak babi dan juga pedagang babi guling, karena terjadi penurunan permintaan dari masyarakat.
"Ini tentu saja menyebabkan perekonomian menjadi lesu, apalagi menjelang Hari Raya Galungan, yang biasanya permintaan meningkat," ucapnya.
Dia berpandangan, masyarakat menjadi ketakutan secara berlebihan untuk mengonsumsi daging babi, akibat pemberitaan kasus MSS, padahal sebetulnya tidak perlu takut secara berlebihan, asalkan sudah dimasak dengan benar-benar matang, karena bakterinya akan mati dalam suhu tinggi.
"Pasti aman, asal dimasak sampai matang betul, tidak pakai babi yang sakit, dan dilakukan pada tempat pemotongan yang benar," ujar Sumantra.
Pihaknya sangat berharap setelah adanya kegiatan tersebut dapat mengembalikan "image" (citra) daging babi dan masyarakat tidak lagi ketakutan berlebihan untuk mengonsumsi daging babi.
Kasus MSS dalam beberapa pekan terakhir menjadi topik pemberitaan hangat di sejumlah media di Bali. Puluhan warga yang terduga (suspect) MSS ditemukan di sejumlah kabupaten, seperti di Kabupaten Badung, Tabanan, dan Jembrana, bahkan tiga diantaranya dinyatakan positif MSS.[bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026