Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 3 Oktober 2026
5.656 Masyarakat Buleleng Tercatat Sandang Disabilitas
Kamis, 30 Maret 2017,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Sebanyak 5.656, masyarakat Buleleng tercatat sebagai penyandang disabilitas. Lebih lanjut, berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Buleleng tahun 2016, dari sekian kecamatan, Gerogak jadi penyandang disabilitas terbanyak dengan jumlah sebanyak 783 jiwa.
Menyusul kemudian Kecamatan Sukasada dengan jumlah 665 jiwa, Seririt 634 jiwa, Buleleng 517 jiwa, Kubutambahan 510 orang, Banjar 453 jiwa, Sawan 441 jiwa, disusul Tejakula 396 jiwa, dan Busungbiu 257 jiwa.
[pilihan-redaksi]
Kepala Dinas Sosial Buleleng, Gede Komang menjelaskan bahwa berdasarkan data 2016, penyandang disabilitas di Bumi Panji Sakti mencapai 5.656 jiwa yang terdiri dari laki-laki 2.782 jiwa dan perempuan 1.874 jiwa.
“Munculnya hal tersebut, salah satunya dipengaruhi faktor kesehatan, Jumlah tertinggi ada di Kecamatan Gerokgak. Penyandang ini ada yang tergolong ringan, sedang dan berat,” ujarnya, Rabu ,29 Maret kemarin.
Disabilitas yang diderita warga tersebut, kata birokrat asal Tejakula ini ada yang sudah terjadi sejak lahir akibat faktor kesehatan ibu saat mengandung. Ada pula akibat kecelakaan atau bukan bawaan.
“Faktor kesehatan salah satu penyebabnya. Untuk mengantisipasi yang seperti itu, pemberian layanan kesehatan harus berjalan secara rutin. Perlu ada sistem jemput bola,” ujarnya.
Menyikapi itu, khusus untuk penyandang kategori berat, Pemerintah Kabupaten telah menggelontorkan program berupa pemberian santunan sebesar Rp 200 ribu per orang setiap bulan. Hal serupa juga datang dari pemerintah pusat, dengan santunan per bulannya sebesar Rp 300 ribu.
“Kalau tahun ini, Pemkab hanya bisa memberikan bantuan untuk 100 orang. Dari pusat 268 orang. Kami juga mendapat dukungan dari pihak ketiga melalui CSR. Berharap itu bisa berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, khusus untuk yang kategori ringan dan sedang, sambung Komang sebagian besar masih bisa diberdayakan melalui pemberian keterampilan menjahit, maupun kelompok usaha bersama. Langkah ini sudah mampu menghantarkan beberapa penyandang untuk bisa hidup mandiri.
“Beberapa sudah bisa puunya usaha sendiri. Pemberdayaan akan terus kami lakukan,” tandasnya. [bbn/bbk/wrt]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1080 Kali
02
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 417 Kali
03
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 371 Kali
04
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 333 Kali
05
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 274 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026