Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




5.656 Masyarakat Buleleng Tercatat Sandang Disabilitas

Kamis, 30 Maret 2017, 15:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Beritabali.com, Buleleng. Sebanyak 5.656, masyarakat Buleleng tercatat sebagai penyandang disabilitas. Lebih lanjut, berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Buleleng tahun 2016, dari sekian kecamatan, Gerogak jadi penyandang disabilitas terbanyak dengan jumlah sebanyak 783 jiwa. 
 
Menyusul kemudian Kecamatan Sukasada dengan jumlah 665 jiwa, Seririt 634 jiwa, Buleleng 517 jiwa, Kubutambahan 510 orang, Banjar 453 jiwa, Sawan 441 jiwa, disusul Tejakula 396 jiwa, dan Busungbiu 257 jiwa.
 
[pilihan-redaksi]
Kepala Dinas Sosial Buleleng, Gede Komang menjelaskan bahwa berdasarkan data 2016, penyandang disabilitas di Bumi Panji Sakti mencapai 5.656 jiwa yang terdiri dari laki-laki 2.782 jiwa dan perempuan 1.874 jiwa.
 
“Munculnya hal tersebut, salah satunya dipengaruhi faktor kesehatan, Jumlah tertinggi ada di Kecamatan Gerokgak. Penyandang ini ada yang tergolong ringan, sedang dan berat,” ujarnya, Rabu ,29 Maret kemarin.
 
Disabilitas yang diderita warga tersebut, kata birokrat asal Tejakula ini ada yang sudah terjadi sejak lahir akibat faktor kesehatan ibu saat mengandung. Ada pula akibat kecelakaan atau bukan bawaan.
 
“Faktor kesehatan salah satu penyebabnya. Untuk mengantisipasi yang seperti itu, pemberian layanan kesehatan harus berjalan secara rutin. Perlu ada sistem jemput bola,” ujarnya.
 
Menyikapi itu, khusus untuk penyandang kategori berat, Pemerintah Kabupaten telah menggelontorkan program berupa pemberian santunan sebesar Rp 200 ribu per orang setiap bulan. Hal serupa juga datang dari pemerintah pusat, dengan santunan per bulannya sebesar Rp 300 ribu.
 
“Kalau tahun ini, Pemkab hanya bisa memberikan bantuan untuk 100 orang. Dari pusat 268 orang. Kami juga mendapat dukungan dari pihak ketiga melalui CSR. Berharap itu bisa berkelanjutan,” jelasnya.
 
Sementara itu, khusus untuk yang kategori ringan dan sedang, sambung Komang sebagian besar masih bisa diberdayakan melalui pemberian keterampilan menjahit, maupun kelompok usaha bersama. Langkah ini sudah mampu menghantarkan beberapa penyandang untuk bisa hidup mandiri.
 
“Beberapa sudah bisa puunya usaha sendiri. Pemberdayaan akan terus kami lakukan,” tandasnya. [bbn/bbk/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami