Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 7 Mei 2026
5.656 Masyarakat Buleleng Tercatat Sandang Disabilitas
Kamis, 30 Maret 2017,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Sebanyak 5.656, masyarakat Buleleng tercatat sebagai penyandang disabilitas. Lebih lanjut, berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Buleleng tahun 2016, dari sekian kecamatan, Gerogak jadi penyandang disabilitas terbanyak dengan jumlah sebanyak 783 jiwa.
Menyusul kemudian Kecamatan Sukasada dengan jumlah 665 jiwa, Seririt 634 jiwa, Buleleng 517 jiwa, Kubutambahan 510 orang, Banjar 453 jiwa, Sawan 441 jiwa, disusul Tejakula 396 jiwa, dan Busungbiu 257 jiwa.
[pilihan-redaksi]
Kepala Dinas Sosial Buleleng, Gede Komang menjelaskan bahwa berdasarkan data 2016, penyandang disabilitas di Bumi Panji Sakti mencapai 5.656 jiwa yang terdiri dari laki-laki 2.782 jiwa dan perempuan 1.874 jiwa.
“Munculnya hal tersebut, salah satunya dipengaruhi faktor kesehatan, Jumlah tertinggi ada di Kecamatan Gerokgak. Penyandang ini ada yang tergolong ringan, sedang dan berat,” ujarnya, Rabu ,29 Maret kemarin.
Disabilitas yang diderita warga tersebut, kata birokrat asal Tejakula ini ada yang sudah terjadi sejak lahir akibat faktor kesehatan ibu saat mengandung. Ada pula akibat kecelakaan atau bukan bawaan.
“Faktor kesehatan salah satu penyebabnya. Untuk mengantisipasi yang seperti itu, pemberian layanan kesehatan harus berjalan secara rutin. Perlu ada sistem jemput bola,” ujarnya.
Menyikapi itu, khusus untuk penyandang kategori berat, Pemerintah Kabupaten telah menggelontorkan program berupa pemberian santunan sebesar Rp 200 ribu per orang setiap bulan. Hal serupa juga datang dari pemerintah pusat, dengan santunan per bulannya sebesar Rp 300 ribu.
“Kalau tahun ini, Pemkab hanya bisa memberikan bantuan untuk 100 orang. Dari pusat 268 orang. Kami juga mendapat dukungan dari pihak ketiga melalui CSR. Berharap itu bisa berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, khusus untuk yang kategori ringan dan sedang, sambung Komang sebagian besar masih bisa diberdayakan melalui pemberian keterampilan menjahit, maupun kelompok usaha bersama. Langkah ini sudah mampu menghantarkan beberapa penyandang untuk bisa hidup mandiri.
“Beberapa sudah bisa puunya usaha sendiri. Pemberdayaan akan terus kami lakukan,” tandasnya. [bbn/bbk/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 705 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 649 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 476 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 460 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026