Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tak Kunjung Sembuh, Pilih Bunuh Diri di Pohon Mente

Senin, 3 April 2017, 16:00 WITA Follow
Beritabali.com

Lokasi kejadian bunuh diri I Ketut Jingga (65). [ist]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Pada Minggu (2/4) pukul 04.30 WITA, I Nyoman Sukarbi bangun dan tak melihat ayahnya, I Ketut Jingga (65) di dalam kamar. Setelah melakukan pencarian, nahas ayahnya justru ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa. 
 
Pria renta Dusun Linggawana Desa Kertamandala Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu tepatnya ditemukan sudah tergantung disebuah pohon mente dikebun miliknya.
 
[pilihan-redaksi]
Berdasar kronologi kejadian, Sukarbi menyatakan saat itu Ia hendak pergi ke kamar mandi. Ketika melihat ayahnya sudah tidak berada di dalam kamar, lantas Sukarbi membangunkan istrinya Ni Komang Tiniani yang tengah tidur untuk ikut mencari korban. 
 
Setelah melakukan pencarian disekitar rumah, korban tidak kunjung ditemukan, sehingga Sukarbi meminta bantuan kepada Kadus Linggawana I Kadek Agus Semara Putra (28).
 
Sekitaran pukul 06.00 WITA korban berhasil ditemukan akan tetapi sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan tergantung disebuah pohon mente setinggi 2,5 meter ditengah kebun miliknya. Di dekat lokasi juga ditemukan sebuah bangku yang diduga dipakai korban sebagai pijakan saat melakukan bunuh diri.
 
Korban ditemukan menggunakan sarung motif kotak-kotak berwarna ungu memakai baju berwarna putih dan celana boxser juga memakai popok dewasa.
 
Melihat kejadian tersebut Kadus Linggawana pun menyarankan kepada anak korban I Nyoman Sukarbi agar melaporkan penemuan ini ke Kapolsek Abang namun anak korban menolak dengan alasan sudah mengiklaskan kepergian ayahnya itu. Disebutkan pula, ayahnya selama ini diduga menderita penyakit kanker usus menahun yang tidak kunjung sembuh. 
 
Namun, sekitar pukul 13.00 WITA setelah melalui kesepakatan dari keluarga korban, korban langsung dikubur. Atas inisiatif I Kadek Agus Semara Putra selaku kepala dusun dan memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat, kejadian ini pun dilaporkannya ke Polsek Abang.
 
“Ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan hanya ada bekas tali pada leher korban dan pada dubur korban keluar kotoran,” ujar Kadus Linggawana I Kadek Agus Semara Putra yang juga sebagai pelapor. [bbn/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami