Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Venezuela Memanas, 29 Tewas dalam Aksi Anti Maduro
Jumat, 28 April 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Caracas. Sedikitnya 29 orang tewas dalam aksi unjuk rasa anti pemerintah yang berujung bentrok dengan pasukan keamanan Venezuela.
Pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan meriam air kepada para demonstran bersenjatakan batu di sebuah gereja di Caracas, Rabu (26/4/2017) waktu setempat.
[pilihan-redaksi]
Seorang pemuda demonstran berusia 20 tahun tewas dalam bentrok terbaru di ibu kota Venezuela itu setelah tertimpa tabung gas, kata para pejabat di distrik Chacao di Caracas.
Pihak berwenang juga sudah mengumumkan dua korban jiwa akibat bentrok pekan ini, yakni pemuda berusia 22 tahun yang terkena tembakan di kota Valencia, dan pemuda pendukung pemerintah berusia 28 tahun yang perutnya tertembak di negara bagian Tachira.
Gelombang unjuk rasa sejak awal April lalu melawan pemerintah sosialis Presiden Nicolas Maduro telah membuat negeri itu jatuh ke kubangan kekerasan paling buruk sejak 2014.
Pengunjukrasa menginginkan Pemilu demi mengakhiri kekuasaan dua dekade kaum sosialis, namun krisis ekonomi yang brutal menimpa negara Amerika Lati ini juga memicu kemarahan sosial.
"Saya ingin segalanya diakhiri: kelaparan, pembunuhan, korupsi, semua penyakit yang kita derita. Kita harus tetap di jalan sampai ada perubahan. Kita adalah mayoritas," kata mahasiswa Ricardo Ropero (20) dalam unjuk rasa di Caracas.
Pendukung Maduro yang berbaju merah juga menggelar unjuk rasa tandingan di jalan-jalan ibu kota. Mereka mengepalkan tinjunya ke udara dan mengutuk oposisi sebagai teroris.
Maduro mengatakan musuh-musuhnya berusaha melakukan kudeta berdarah, dengan persetujuan AS, seperti gerakan serupa pada 2002 melawan (mendiang mantan presiden Hugo) Chavez.
Selain menuntut Pemilu, lawan-lawan Maduro juga menuntut pembebasan para aktivis yang dipenjarakan, bantuan kemanusiaan akibat kelangkaan makanan dan obat-obatan, serta otonomi untuk legislasi yang diusulkan oposisi.
Dunia internasional juga mendesak Maduro di mana 19 dari 34 negara anggota Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) setuju menggelar pertemuan khusus para menteri luar negeri untuk membahas krisis Venezuela.
Venezuela sendiri telah mengancam akan keluar dari OAS di mana Menteri Luar Negeri Delcy Rodriguez mengaku tengah menunggu instruksi Presiden Maduro mengenai hal ini.
Maduro menang tipis pada Pemilu 2013 melawan pemimpin oposisi Henrique Capriles, namun krisis ekonomi telah menurunkan tingkat penerimaan publiknya.
Dalam unjuk rasa selama bulan ini, sekitar 1.500 orang ditangkap dan 800 di antaranya tetap ditahan, demikian Reuters melaporkan. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026