Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
BI: Inflasi Meletus karena Listrik Mahal
Rabu, 3 Mei 2017,
14:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Siapa bilang kenaikan tarif dasar listrik untuk golongan 900 VA tidak mendorong kenaikan harga atau inflasi? Berdasarkan catatan BI, kontribusinya 1,27% terhadap inflasi April 2017 sebesar 0,09%.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara mengatakan, kenaikan tarif listrik kelompok 900 Volt Ampere (VA) atau administered price (AP), efektif mendongkrak inflasi April menjadi 0,09%. Padahal, Maret 2017 terjadi deflasi 0,02%.
[pilihan-redaksi]
Kata Tirta, inflasi akibar AP ini sebesar 1,27% (month to month/mtm) dibanding Maret 2017 yang hanya mencapai 0,37%.
"Namun peningkatan inflasi administered prices dan kelompok inti tertahan oleh kelompok harga barang bergejolak (volatile food) yang pada April 2017 deflasi sebesar 1,26 persen (mtm), melanjutkan deflasi pada Maret 2017 sebesar 0,77 persen (mtm)," kata Tirta di Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Artinya, kata Tirta, inflasi selama Januari-April (year to date/ytd) mencapai 4,17%. Dalam hal ini, BI melihat peningkatan inflasi administered prices, dipicu kebijakan penaikan tarif listrik tahap kedua untuk pelanggan 900 VA.
Selain itu, kata Tirta, inflasi administered prices ini didorong adanya penyesuaian tarif angkutan udara, harga bensin, dan rokok. Secara tahunan, inflasi administered prices menjadi 8,68% (yoy).
Sedangkan pada volatile food, kata Tirta, malah terjadi penurunan harga (deflasi) kepada cabai merah, cabai rawit, bawang merah, beras, daging sapi, ikan segar, telur ayam ras, dan minyak goreng. Penurunan terjadi seiring melimpahnya pasokan karena panen raya. Secara tahunan, inflasi volatile food mencapai 2,66% (yoy).
Adapun inflasi inti pada April 2017, lanjut Tirta, mencapai 0,13%. Ada kenaikan tipis dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,10% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi adalah emas perhiasan, tarif pulsa ponsel, dan sewa rumah. Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 3,28% (yoy).
"Ke depan, inflasi akan tetap diarahkan berada pada sasaran inflasi 2017, yaitu empat persen plus minus satu persen.
Untuk itu, koordinasi kebijakan pemerintah dan BI dalam pengendalian inflasi perlu terus diperkuat terutama dalam menghadapi sejumlah risiko terkait penyesuaian administered prices," kata Tirta. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026