Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Pastika: Perlu Kerja Sama Wujudkan Keamanan Obat dan Pangan
Jumat, 5 Mei 2017,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Perkembangan industri pangan dewasa ini begitu pesat. Saat ini, tuntutan masyarakat terhadap produk pangan yang dihasilkan begitu tinggi.
Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Bali Gusti Ngurah Alit pada acara pembukaan Focus Group Discusssion (FGD) yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dengan tema "Membangun Kemitraan Pengawasan Obat dan Makanan Untuk Melindungi Kesehatan Masyarakat serta Meningkatkan Daya Saing Produk Obat dan Makanan" di Hotel Stones, Kuta, Badung, Kamis (4/5).
[pilihan-redaksi]
Pastika mengatakan, jumlah sarana dan produk yang harus dibina dan diawasi di masyarakat sangat banyak dan tidak sebanding dengan kualitas dan kuantitas dari sumber daya manusia yang mampu melaksanakan pembinaan dan pengawasan dengan baik.
Namun, Ia menambahkan, segala keterbatasan tersebut bukan menjadi alasan untuk tidak berupaya memaksimalkan pengawasan terhadap keamanan pangan yang diproduksi oleh produsen maupun yang dikonsumsi oleh konsumen.
"Melakukan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan tentunya bukan hanya tugas Dinas Kesehatan semata atau BBPOM, namun memerlukan kerjasama berbagai pihak," katanya.
Untuk itu, koordinasi dan integrasi kegiatan dengan pihak-pihak terkait harus terjalin dengan baik. Ia berharap melalui FGD dapat memperkuat sinergisme kemitraan pengawsan obat dan makanan untuk melindungi kesehatan masyarakat serta meningkatkan daya saing produk obat dan makanan.
Sementara itu, Kepala BPOM Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito dalam sambutannya mengatakan persoalan obat dan makanan merupakan bagian dari nawacita yang bukan saja terkait dengan kesehatan, namun juga hal lain seperti pembangunan dari pinggiran, meningkatkan produktivitas masyarakat dan aspek daya saing produk obat dan makanan. Menurutnya FGD yang diselenggarakan BPOM adalah bentuk kerjasama antara pemangku kepentingan di pusat dan daerah.
"Dengan adanya sistem desentralisasi, untuk memastikan permasalahan obat dan makanan dilaksanakan secara kongruen antara pemerintah pusat dan daerah," katanya. [rls/wrt]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 580 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 450 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 441 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026