Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Standardpen Kenalkan Anak Bali Budaya Indonesia
Senin, 15 Mei 2017,
12:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Warna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia, semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan buktinya. Berbeda tapi tetap satu. Bila diibaratkan Indonesia adalah pelangi, fenomena alam yang tercipta dari perpaduan aneka rona.
Warna itu jugalah yang menjadi dasar Lomba Mewarnai Nasional Pascola. Alat mewarnai yang akan digunakan adalah oil pastel dengan merek Pascola yang diproduksi oleh PT Standardpen Industries. Lomba mewarnai ini diselenggarakan pada 14 Mei 2017 di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar. Mengambil tema ‘Ceria Warna Nusantara’, Standardpen mengangkat budaya Indonesia yang kaya warna, seperti Pascola, alat mewarnai yang ramah pada kulit anak.
“Tema ini diangkat sebagai bentuk kepedulian Standardpen terhadap budaya Indonesia yang kaya dengan warna seperti warna Pascola. Dengan lomba mewarnai ini kami ingin mengenalkan budaya, ikon Nusantara yang berbeda-beda dan berwarna,” ujar Niken D. Mahanani, Marketing Manager PT Standardpen Industries.
Di sisi lain, Niken menambahkan, mewarnai merupakan pendidikan dasar bagi anak dalam menambah wawasan sekaligus mengasah motorik anak untuk lebih kreatif. “Tujuan dari lomba ini agar anak-anak lebih kreatif lagi dalam berkarya, apalagi yang diwarnai adalah simbol-simbol budaya Indonesia,” imbuhnya.
Selain mengasah kreatifitas mewarnai juga dapat melatih konsentrasi anak untuk tetap fokus pada pekerjaan yang dilakukannya meskipun banyak aktivitas lain yang terjadi disekelilingnya. Seorang anak yang sedang menyelesaikan tugas mewarnai akan fokus pada lembar gambar yang sedang diwarnainya, sehingga sekalipun pun di sekelilingnya ribut dengan aktivitas anak-anak lain, ia akan tetap fokus menyelesaikan tugas mewarnainya. Dalam mewarnai, anak juga dilatih konsentrasinya agar tidak melewati garis yang membentuk objek yang diwarnai.
Sebagai perwakilan Indonesia, anak-anak akan mewarnai simbol-simbol dari tiga provinsi: Sumatera, Bali, dan Jawa. Dan pemenang dari setiap kota akan diajak berwisata bersama oran tuanya ke Pulau Dewata, Bali.
Mengapa Bali? Karena di tempat para dewa ini anak-anak akan diajak berwisata sambil belajar budaya Bali. “Seperti pada Pura di Tanah Lot, anak-anak belajar tentang budaya sekaligus alam Bali . Bisa juga belajar dari pakaian adat Bali, bunga di canang atau buah untuk banten,” papar Shara Christanti, PR & Marketing Standardpen Industries.
“Saya percaya dari hal-hal sederhana ini anak-anak akan belajar tentang kebhinekaan,”imbuhnya.
Demikian juga budaya pada setiap daerah diyakini ada kemiripan atau dikenal dengan paralel budaya.
Bali, bagi warga dunia masih dipandang sebagai tujuan wisata yang berbeda dari tempat lainnya di negara manapun. Terbukti pada pengunjung wisman hingga bulan Maret 2017 mengalami peningkatan yang signifikan. Setidaknya Bandara Ngurah Rai Bali masih menempati posisi teratas dengan jumlah wisman mencapai 1,33 juta atau tumbuh 23,61 persen. Indonesia menargetkan kunjungan wisman tahun ini mencapai 15 juta orang.
Lomba mewarnai tingkat nasional ini akan diikuti hampir seribu anak usia TK (taman kanak-kanak). “Anak-anak Bali mendapat kesempatan mewarnai mewarnai budaya Bali dengan harapan anak-anak lebih memahami budayanya sendiri dan dapat bercerita pada warga dunia,” Kata Shara.
Sementara anak-anak Samarinda, Malang, Bandung dan Tasikmalaya berkesempatan mewarnai adat Jawa. Medan, Makassar berkesempatan mewarnai rumah adat Minangkabau dan pakaian adat Minang. “Kami ingin anak-anak Indonesia lebih mengenal lagi tentang budaya daerah-daerah lainnya. Setidaknya dengan hal sederhana ini kami berupaya membantu dunia pendidikan yang lebih membumi dan menumbuhkan rasa cinta mereka pada budaya Indonesia,” papar Niken.
Sumatera bukan hanya punya panorama alam memikat, namun juga memiliki ragam kuliner yang dikenal dunia. Monumen Nasional di Jakarta, Candi Borobudur di Yogyakarta merupakan ikon kota-kota di Indonesia yang menonjol dan membuat daerah Jawa diburu banyak pelancong.
Adapun Bali merupakan gerbang wisata Indonesia yang dikunjungi jutaan turis mancanegara tiap tahunnya. Mereka datang bukan hanya ingin mengunjungi pantai berpasir putih, tapi juga menikmati suasana berbeda khas Pulau Dewata. “Lewat lomba mewarnai ini, selain mengenalkan budaya Indonesia, Standardpen sebagai produsen asli Indonesia juga ingin membantu promosi wisata Indonesia,” tambah Niken.
Lomba Mewarnai ‘Ceria Warna Nusantara’ akan digelar sepanjang bulan April-Agustus di 16 kota dari 13 Provinsi, yakni Semarang, Malang, Bali, Tasikmalaya, Surabaya, Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Bandung, Lampung, Medan, Padang, Balikpapan, Samarinda, Makassar, dan Batam.
Masing-masing lomba di tiap kota diikuti sekitar 1.000an anak. Dari jumlah itu akan ada 16 pemenang utama dari 16 kota. Artinya, setiap kota akan diambil satu pemenang yang akan menikmati hadiah paket liburan keluarga ke Bali bersama dua pendamping, yaitu ayah dan ibu mereka.
Tentang Pascola
Pascola merupakan oil pastel pertama yang diproduksi di Indonesia oleh PT Standardpen Industries. Bukan hanya alat mewarnai, Pascola dipastikan aman dan nyaman bagi anak-anak. Pascola memiliki komitmen untuk memenuhi unsur keamanan dan kenyamanan, mengingat oil pastel ini bebas bahan berbahaya (non toxic) dan mengandung bahan pewarna makanan (foodgrade) sehingga tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Pascola dibikin dengan formula yang telah teruji secara klinis oleh Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) Departemen Perindustrian.[bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 952 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 780 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 600 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 558 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026